Pesawat supersonik Overture dari Boom Supersonic resmi diragukan oleh salah satu pelanggan pertamanya sendiri. CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan target pengiriman 2029 tidak akan tercapai dan waktunya akan lebih lama. Di saat yang sama, Boom sedang mengalihkan banyak perhatian ke bisnis yang sama sekali berbeda: turbin gas untuk pusat data AI.
Ringkasan cepat:
- Yang berubah: Kirby menyebut jadwal resmi 2029 untuk Overture tidak realistis, dengan alasan pengembangan dan sertifikasi FAA.
- Yang masih dipegang Boom: Overture belum punya tanggal baru, dan belum ada badan pesawat yang diluncurkan.
- Taruhan barunya: turbin Superpower 42 megawatt untuk pusat data AI, dengan pengiriman pelanggan pertama ditargetkan pertengahan 2027.
- Pukulan yang sudah terjadi: kesepakatan turbin senilai sekitar 1,25 miliar dolar AS dengan Crusoe batal pada September 2026.
- Yang belum terkonfirmasi: siapa pelanggan pengganti turbin itu, dan kapan Overture benar-benar bisa disertifikasi.
Kata-kata Kirby: bukan lagi soal “apakah”, tapi “kapan”
Penilaian Kirby disampaikan dalam podcast Office Hours: Business Edition yang terbit pada Rabu, 28 Oktober 2026, dan dilaporkan Ars Technica pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kirby berkata, dalam terjemahan bebas, bahwa 2029 adalah jadwal resmi Boom, tapi itu tidak akan terjadi pada 2029 dan akan memakan waktu lebih lama. Ia menambahkan Boom masih punya banyak rintangan dalam mengembangkan Overture dan mendapatkan sertifikasi dari FAA, regulator penerbangan Amerika Serikat. Kalimat penutupnya paling tajam: tidak ada jaminan Boom bisa melewati rintangan itu.
Ini bukan keraguan pertama Kirby. Pada Maret 2026, ia memperkirakan peluang Overture masuk layanan komersial hanya 50-50. Bedanya, pernyataan terbaru ini lebih spesifik soal jadwal: bukan sekadar sulit, tapi target 2029 itu sendiri yang disebut tidak akan tercapai. Meski begitu, Kirby tetap memuji CEO Boom, Blake Scholl, dan perusahaan itu secara umum. Jadi ini bukan vonis mati, melainkan penilaian pelanggan yang sudah menaruh uang dan kesabaran di proyek ini.
Posisi United memang bukan sekadar komentar dari luar. United sepakat membeli 15 pesawat Overture begitu memenuhi persyaratannya, dengan opsi 35 pesawat lagi. American Airlines dan Japan Airlines punya kesepakatan bersyarat serupa, didukung deposit yang tidak bisa dikembalikan dengan nilai yang tidak diungkap. Kesepakatan bersyarat artinya pembelian baru berjalan kalau pesawatnya benar-benar tersedia dan memenuhi syarat, bukan janji yang sudah pasti dibayar lunas hari ini.
Seberapa jauh sebenarnya Overture?
Gambaran dari berbagai laporan cukup jelas: belum ada tanggal baru yang diumumkan Boom untuk sertifikasi maupun penumpang berbayar pertama, dan belum ada badan pesawat Overture yang diluncurkan. Tim teknisnya masih mengerjakan rig pengujian sistem non-terbang, yang dikenal sebagai iron bird, di fasilitas Centennial, Colorado.
Pabrik produksi Overture di Greensboro, North Carolina, yang selesai dibangun pada 2024, juga menjadi sorotan. Pabrik itu sebagian besar menganggur sejak selesai, padahal mendapat dukungan dana pajak negara bagian lebih dari 50 juta dolar AS. Konteks ini penting: keraguan Kirby bukan hanya soal satu jadwal, tapi soal bukti fisik yang belum juga menunjukkan pesawat yang mendekati produksi.
Satu konteks regulasi patut dicatat dengan hati-hati. Pada Juni 2026, FAA mengusulkan pencabutan larangan penerbangan supersonik komersial di atas wilayah Amerika Serikat. Itu baru usulan, bukan aturan final, dan tidak otomatis menyelesaikan masalah sertifikasi pesawatnya. Jangan membaca usulan itu sebagai lampu hijau untuk Overture.
Turbin Superpower: bisnis kedua yang tiba-tiba jadi utama
Di tengah jadwal pesawat yang melorot, Boom membuka babak kedua pada Kamis, 22 Oktober 2026. Perusahaan itu meresmikan pabrik Superpower di Centennial, Colorado, untuk memproduksi turbin gas alam Superpower berdaya 42 megawatt yang ditujukan bagi pusat data AI. Acaranya dihadiri Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright dan Gubernur Colorado Jared Polis, dan Scholl menyebut momen itu sebagai kebangkitan energi dan penerbangan supersonik.
Boom mengklaim pabrik itu, yang disebut Superfactory, adalah kampus hampir 200.000 kaki persegi dengan investasi 150 juta dolar AS dan potensi 500 pekerjaan. Pabrik itu sudah memproduksi komponen turbin meski konstruksi masih berjalan, dan ditargetkan beroperasi penuh pada awal 2027. Target produksinya ambisius: pengiriman pelanggan pertama pada pertengahan 2027, lalu 25 turbin per tahun pada 2028 (setara 1 gigawatt), dan 50 turbin per tahun pada 2029 (setara 2 gigawatt).
Benang merah teknisnya adalah Sprint Core, prototipe inti turbin pertama yang sudah selesai. Inti ini menggabungkan kompresor, combustor, dan turbin tekanan tinggi, dan dirancang untuk dipakai di dua produk sekaligus: Superpower dan Symphony, mesin yang dirancang untuk Overture. Boom mengirim inti itu ke lokasi pengujian di Colorado Air and Space Port, dengan uji nyala pertama ditargetkan sebelum Thanksgiving 2026. Uji nyala itu adalah tonggak teknis, bukan pengiriman ke pelanggan, dan jangan disamakan.
Logika bisnisnya bisa dipahami: mesin supersonik dirancang bekerja terus-menerus di beban panas ekstrem, kira-kira seperti yang dibutuhkan generator pusat data. Tapi logika teknis bukan bukti komersial. Di sinilah cerita Crusoe menjadi penting.

Kehilangan Crusoe, dan janji 250 MW yang belum bernama
Pada Jumat, 25 September 2026, Scholl mengakui di media sosial bahwa pengembang pusat data Crusoe membatalkan kesepakatan membeli 29 turbin, senilai sekitar 1,25 miliar dolar AS. Crusoe membangun pusat data di Texas untuk Oracle, Google, dan Microsoft, jadi kehilangan itu bukan kehilangan pelanggan kecil.
Scholl mengatakan Boom tetap akan mengirim sekitar 250 megawatt kapasitas Superpower tahun depan ke lokasi lain. Tapi ia tidak menyebut nama pelanggan itu. Angka 250 MW itu adalah perkiraan perusahaan, bukan kapasitas yang sudah terkirim dan bukan kontrak yang sudah diumumkan namanya. Sampai Boom menyebut pelanggan pengganti, taruhan turbin ini masih berada di tahap janji, bukan pendapatan yang terbukti.
Buat pembaca di Indonesia, ada batas yang harus dijaga. Tidak ada harga, rute, atau jadwal Overture untuk Indonesia yang diumumkan dalam laporan ini, dan turbin Superpower adalah produk untuk pasar pusat data Amerika Serikat. Artikel ini bukan prediksi bahwa kamu akan naik Overture atau memakai listrik dari Superpower dalam waktu dekat. Nilainya ada di tempat lain: ini contoh nyata bagaimana perusahaan teknologi penerbangan mencoba bertahan dengan menjual teknologi turunannya ke ledakan pusat data AI, di saat produk utamanya belum juga lepas landas.
Jadi, apa yang paling mungkin terjadi berikutnya? Tiga hal yang layak ditunggu: uji nyala Sprint Core sebelum Thanksgiving 2026, apakah pengiriman turbin pertama benar-benar terjadi pada pertengahan 2027 dan kepada siapa, dan apakah Boom mengumumkan tanggal baru untuk Overture atau justru semakin diam soal pesawatnya. Sampai tiga hal itu terjawab, cerita Boom bukan lagi cerita pesawat supersonik yang hampir jadi, melainkan cerita perusahaan yang sedang mencari pijakan baru sambil pesawatnya masih menunggu giliran.
Baca juga: infrastruktur pusat data dan kampus komputasi AI.
Tanya jawab singkat
Apakah Overture batal? Tidak ada pengumuman pembatalan. Yang terjadi adalah CEO United meragukan target 2029, dan Boom belum mengumumkan tanggal pengganti.
Apakah Boom berhenti membuat pesawat? Tidak, menurut klaim perusahaan, pengembangan Overture dan mesin Symphony masih berjalan, termasuk lewat inti turbin bersama Sprint Core. Tapi perhatian dan pabrik barunya kini banyak mengarah ke turbin pusat data.
Kapan turbin Superpower dikirim ke pelanggan? Target Boom adalah pertengahan 2027 untuk pengiriman pertama, lalu 25 unit pada 2028 dan 50 unit pada 2029. Itu target perusahaan, bukan hasil yang sudah terjadi.
Apakah turbin ini sudah punya pelanggan pengganti Crusoe? Belum diumumkan namanya. Klaim 250 MW untuk tahun depan tidak menyebut pelanggan.
Sumber:
- Ars Technica, “Supersonic airliner in doubt as company shifts to powering AI data centers”, 30 Oktober 2026
- Boom Supersonic, siaran pers, “Boom Supersonic Completes First Turbine Core, Unveils 2GW Superpower Superfactory”, 22 Oktober 2026, boomsupersonic.com
- TechCrunch, laporan soal berakhirnya kesepakatan Crusoe, 25 September 2026