Vivo X500 Pro Max adalah model Pro Max pertama vivo, dan posisinya menarik: lebih besar dan lebih serius soal kamera dibanding X500 Pro, tapi masih menjadi jembatan menuju varian Ultra berikutnya, bukan pengganti Ultra itu sendiri. Judul ulasan The Verge pada 2 November 2026 menyiratkan hal yang sama, bahwa Ultra tetap berada di kelasnya sendiri. Artikel ini memakai spesifikasi resmi vivo dan ulasan GSMArena sebagai dasar, bukan klaim dari satu sumber saja.
Ringkasan cepat: Kamera utama 50MP dengan sensor 1/1,28 inci, telefoto 200MP, dan ultrawide 50MP. Layar 6,85 inci LTPO AMOLED 144Hz dan chip MediaTek Dimensity 9600 Pro. Baterai berbeda menurut wilayah: 7.800mAh untuk unit global, 6.750mAh untuk Eropa, dan 8.000mAh untuk Tiongkok. Belum ada harga dan jadwal resmi Indonesia yang terkonfirmasi dari sumber yang diperiksa. Cocok untuk pemburu kamera HP, kurang cocok untuk yang mengutamakan HP ringan dan harga yang sudah pasti di Indonesia.
Kamera jadi alasan utama membeli Pro Max
Perbedaan paling jelas dibanding X500 Pro ada di telefoto. vivo Singapore mencantumkan kamera utama 50MP, 1/1,28 inci, f/1,57, dengan stabilisasi gimbal 3 derajat dan rating CIPA 7.0. Telefoto Pro Max memakai sensor 200MP, 1/1,4 inci, f/2,67, dengan panjang fokus setara 85mm dan zoom optik 3,5x. Ultrawide-nya 50MP, f/2,0, dengan panjang fokus setara 15mm.
Angka 200MP saja tidak otomatis membuat foto lebih bagus. Sensor yang lebih besar, stabilisasi, dan pemrosesan gambar ikut menentukan hasil, terutama saat memotret konser, panggung, atau objek jauh dalam cahaya redup. Keunggulan Pro Max justru ada di paket itu: resolusi tinggi untuk cropping, sensor telefoto yang lebih besar dibanding telefoto 64MP di X500 Pro, dan stabilisasi utama yang lebih kuat.
vivo juga menjual aksesori telefoto terpisah. Extender ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra setara 400mm hanya kompatibel dengan Pro Max, dan vivo menegaskan aksesori itu dibeli terpisah. Artinya, jangkauan ekstrem itu bukan fitur bawaan di dalam kotak, melainkan kit tambahan untuk pemakaian khusus.
Untuk video, GSMArena mencantumkan perekaman 8K 30fps dan 4K sampai 240fps, plus mode Log 17 EV. Itu relevan untuk kreator yang ingin memperlambat gerakan atau mengolah warna lebih jauh, tapi tetap butuh pengujian nyata di kondisi pemakaian sehari-hari sebelum dijadikan patokan mutlak.
Layar besar, baterai besar, dan satu catatan wilayah
Layar Pro Max berukuran 6,85 inci, panel LTPO AMOLED, refresh rate 144Hz, resolusi 3168 x 1440, dengan dukungan HDR10+ dan Dolby Vision menurut GSMArena. Ukuran ini membuatnya nyaman untuk menonton dan mengedit foto, tapi juga membuat bobotnya sekitar 225 gram untuk unit global. Bandingkan dengan X500 Pro yang sekitar 197 gram menurut TechRepublic: Pro Max terasa lebih berat di kantong dan di tangan.
Soal baterai, pembeli wajib memeriksa varian wilayahnya. GSMArena membedakan unit global 7.800mAh dan Eropa 6.750mAh, sementara laporan peluncuran Tiongkok mencantumkan 8.000mAh. Pengisian dayanya sama di semua laporan yang diperiksa: 90W kabel dan 40W nirkabel dengan charger vivo. Kapasitas yang lebih besar belum tentu berarti daya tahan dua hari, karena layar besar, jaringan, dan pemakaian kamera ikut menguras baterai.
Sistemnya memakai OriginOS 7 berbasis Android 17, dengan klaim GSMArena sampai 5 pembaruan OS utama. Dukungan panjang seperti ini penting untuk HP flagship, tapi jadwal pembaruan tiap wilayah tetap perlu dicek dari pengumuman resmi vivo untuk pasar masing-masing.
Harga dan ketersediaan: jangan samakan harga luar negeri dengan Indonesia
vivo memperluas seri X500 secara internasional pada 27 Oktober 2026 setelah peluncuran Tiongkok pada September 2026, menurut TechRepublic. Namun, dari sumber yang diperiksa untuk artikel ini, belum ada pengumuman resmi vivo Indonesia soal harga dan tanggal jual X500 Pro Max.
Harga luar negeri yang terkonfirmasi di sumber sekunder hanya boleh dibaca sebagai referensi, bukan harga Indonesia. TechRepublic mencantumkan harga Malaysia 12GB/256GB sebesar RM6.099 untuk Pro Max, sementara laporan Singapura mencantumkan S$2.499 untuk 12GB/512GB. Harga Tiongkok untuk varian dasar 12GB/256GB adalah 6.999 yuan. Ketiga angka itu berbeda karena konfigurasi, pasar, dan paket penjualannya berbeda.
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan: sistem kamera paling lengkap di lini X500 reguler, telefoto 200MP dengan sensor besar, stabilisasi utama yang kuat, layar 2K 144Hz, baterai global 7.800mAh, dan dukungan aksesori telefoto 400mm.
Kekurangan: bobotnya berat, kapasitas baterai berbeda menurut wilayah, harga Indonesia belum resmi, dan varian Ultra masih diposisikan di atasnya. Pembeli yang mengimpor unit dari pasar lain juga harus memastikan garansi, jaringan, dan perangkat lunak yang berlaku di Indonesia.
Putusan
X500 Pro Max layak ditunggu kalau kamu memang memakai kamera HP sebagai alat kerja utama, terutama untuk telefoto dan video. Kalau prioritasmu HP yang ringan, harga yang sudah jelas di Indonesia, dan tanpa repot soal varian wilayah, lebih aman menunggu pengumuman resmi vivo Indonesia atau melihat X500 Pro yang lebih kecil dan lebih murah. Untuk sekarang, Pro Max adalah flagship kamera yang ambisius, tapi belum menjadi puncak lini vivo.
Tanya jawab singkat
Apakah Vivo X500 Pro Max sudah dijual resmi di Indonesia? Belum terkonfirmasi dari sumber yang diperiksa untuk artikel ini.
Apa beda utama Pro Max dengan X500 Pro? Telefoto 200MP dibanding 64MP, layar lebih besar, dan baterai lebih besar, dengan bobot dan harga yang ikut naik.
Apakah extender 400mm termasuk dalam kotak? Tidak, vivo menyatakan extender itu dibeli terpisah.
Sumber: vivo Singapore — X500 Pro Max; GSMArena — vivo X500 Pro Max review; TechRepublic — Vivo X500 Pro vs Pro Max; The Verge — Vivo’s first Pro Max phone proves its Ultra is still in a league of its own (judul ulasan, 2 November 2026; teks ulasan tidak dapat dibuka pada run ini).