Samsung meningkatkan fitur Sleep Apnea di Galaxy Ring dan jajaran Galaxy Watch. Bukan lagi sekadar memberi tahu ada atau tidak ada tanda sleep apnea, fitur barunya memakai AI untuk menghitung berapa kali napas pengguna terganggu setiap jam tidur, lalu mengelompokkannya menjadi ringan, sesekali, atau sering. Samsung mengklaim Galaxy Ring adalah cincin pintar pertama di dunia yang membawa deteksi risiko sleep apnea seperti ini.
Pengumuman ini keluar pada 3 November 2026, setelah fitur tersebut lebih dulu mendapat izin regulator Amerika Serikat, FDA, pada Juli 2026, dan persetujuan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan (MFDS) pada Oktober 2026. Gelombang pertama peluncurannya dimulai di Korea Selatan pada November 2026. Buat pembaca di Indonesia, satu hal penting: Samsung belum mengumumkan jadwal untuk pasar lain, termasuk Indonesia, jadi fitur baru ini belum bisa dianggap tersedia di sini.
Apa yang berubah dari versi lama
Fitur Sleep Apnea Samsung pertama kali mendapat otorisasi De Novo dari FDA pada Februari 2024, yang pertama untuk perangkat wearable. De Novo adalah jalur FDA untuk produk kesehatan yang belum pernah ada di pasaran dan tidak membahayakan pengguna. Tapi versi lama itu hanya mendeteksi tanda sleep apnea sedang sampai berat, tanpa memberi gambaran seberapa sering gangguan napas itu terjadi.
Versi baru menganalisis data vital selama tidur dengan lebih dalam. Algoritmanya menghitung frekuensi gangguan napas per jam, lalu hasilnya dikelompokkan dalam tiga level: ringan, sesekali, atau sering. Buat pengguna, bedanya terasa: bukan lagi sekadar peringatan “ada tanda”, tapi gambaran yang bisa dibawa ke dokter untuk percakapan yang lebih konkret.
Syaratnya: tidur cukup, dua malam
Fitur ini tidak bekerja dari satu kali tidur yang pendek. Pengguna harus merekam tidur minimal lima jam selama dua malam dalam periode 10 hari, lewat aplikasi Samsung Health Monitor. Setelah itu, hasilnya muncul di aplikasi dan bisa dibagikan ke tenaga kesehatan.
Ada batasan penting yang ditegaskan Samsung sendiri. Fitur ini ditujukan buat pengguna berusia 18 tahun ke atas yang belum pernah didiagnosis sleep apnea, dan hanya mendeteksi tanda-tandanya. Fitur ini bukan alat diagnosis dan tidak menggantikan pemeriksaan klinis oleh dokter. Kalau hasilnya menunjukkan gangguan yang sering, langkah berikutnya tetap konsultasi ke dokter, bukan mengobati sendiri berdasarkan hasil cincin.
Perangkat apa saja yang kebagian
Gelombang pertama di Korea Selatan pada November 2026 mencakup Galaxy Ring, Galaxy Watch 9, dan Galaxy Watch Ultra 2. Galaxy Watch 9 menjalankan Wear OS 7.0 atau lebih baru. Galaxy Watch 7 dan Galaxy Watch 8 menyusul lewat pembaruan perangkat lunak, sementara model yang lebih lama tetap memakai versi deteksi lama tanpa klasifikasi tiga level ini.
Kenapa Galaxy Ring jadi sorotan? Alasannya praktis: cincin lebih ringan dan nyaman dipakai semalaman dibanding jam tangan, dan fitur ini memang butuh data tidur dua malam penuh. Samsung sendiri menekankan desain Galaxy Ring yang ringan dan nyaman membuat pengguna lebih mungkin memakainya setiap malam, sehingga datanya terkumpul tanpa terasa mengganggu.
Bagaimana posisinya dibanding pesaing
Menurut Engadget, dua pesaing utama Galaxy Ring, yaitu Oura dan Superhuman, belum punya deteksi sleep apnea yang disetujui FDA. Keduanya bisa melacak gangguan tidur malam yang mungkin mengindikasikan kondisi tersebut, tapi bukan deteksi sleep apnea dengan izin regulator seperti milik Samsung. Samsung dan Oura sendiri saat ini masih bersengketa soal paten cincin pintar, tapi sengketa itu tidak mengubah status izin fitur Samsung.
Buat pasar Indonesia, konteks ini penting tapi belum final. Fitur kesehatan seperti ini butuh izin regulator di tiap pasar sebelum bisa dipakai pengguna di sana. Izin FDA berlaku buat Amerika Serikat dan izin MFDS buat Korea Selatan; keduanya bukan izin Indonesia. Sampai Samsung Indonesia mengumumkan ketersediaan dan izin lokalnya, pembaca di Indonesia sebaiknya menganggap fitur baru ini sebagai kabar dari luar, bukan fitur yang sudah bisa dipakai di Galaxy Ring yang dibeli di sini. Baca juga ulasan Garmin Vivoactive 5 dan perbandingan Apple Watch keramik vs titanium di UlasTekno.
Tanya jawab singkat
Apa bedanya fitur baru ini dengan versi lama? Versi lama hanya mendeteksi tanda sleep apnea sedang sampai berat. Versi baru menghitung gangguan napas per jam dan mengelompokkannya jadi ringan, sesekali, atau sering.
Berapa lama tidur yang dibutuhkan? Minimal lima jam selama dua malam dalam periode 10 hari, lewat aplikasi Samsung Health Monitor.
Apakah fitur ini bisa mendiagnosis sleep apnea? Tidak. Samsung menegaskan hanya dokter yang bisa mendiagnosis sleep apnea; fitur ini hanya mendeteksi tanda-tandanya.
Apakah fitur baru ini sudah tersedia di Indonesia? Belum dipastikan. Gelombang pertama dimulai di Korea Selatan pada November 2026, dan Samsung belum mengumumkan jadwal buat pasar lain.
Perangkat apa saja yang kebagian duluan? Galaxy Ring, Galaxy Watch 9, dan Galaxy Watch Ultra 2, disusul Galaxy Watch 7 dan Galaxy Watch 8 lewat pembaruan perangkat lunak.
Sumber: Samsung Global Newsroom, “Upgraded Sleep Apnea Feature Now Available on Galaxy Ring Following Regulatory Approvals From US FDA and Korea MFDS” (3 November 2026); Engadget, “Samsung’s Galaxy Ring gets FDA approval for advanced sleep apnea detection” (3 November 2026); SamMobile, “Samsung Galaxy Ring, Galaxy Watches to get improved Sleep Apnea Detection” (28 Oktober 2026).