IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

GADGET

Xbox Nano Punya WiFi Cloud Tersembunyi, Ini Faktanya

Laporan terbaru menyebut Xbox Nano menyimpan fitur Cloud Connect yang belum diumumkan Microsoft: kontroler mungil itu bisa terhubung langsung ke server Xbox Cloud Gaming lewat WiFi. Fiturnya masih dalam pengujian, jadi jangan berharap fitur itu aktif di hari pertama.

Oleh 05 NOV 2026 5 menit baca
Ilustrasi kontroler Xbox Nano yang terhubung lewat WiFi ke layanan cloud gaming.

Kabar soal Xbox Nano berubah lagi. Setelah sempat diberitakan meluncur tanpa koneksi WiFi ke cloud, sejumlah laporan kini menyebut kontroler termungil Xbox itu justru menyimpan fitur tersembunyi bernama Cloud Connect. Lewat fitur ini, Nano bisa terhubung langsung ke server Xbox Cloud Gaming lewat WiFi, tanpa harus melewati Bluetooth di HP, TV, atau PC dulu. Bedanya, fitur ini masih dalam tahap pengujian dan belum diumumkan resmi oleh Microsoft, jadi statusnya masih laporan, bukan janji peluncuran.

Ringkasan cepat: Xbox Nano dilaporkan mendukung Cloud Connect, koneksi WiFi langsung ke server Xbox Cloud Gaming. Tujuannya memangkas latensi dengan melewati jalur Bluetooth ke perangkat pemutar. Fitur ini belum aktif, masih dalam pengujian privat di versi web Xbox Cloud Gaming, dan penyiapannya dilaporkan lewat aplikasi Xbox. Microsoft belum mengumumkannya secara resmi, dan pengumuman resmi Xbox Wire hanya mencantumkan Xbox Wireless dan Bluetooth. Temuan kode terpisah soal ‘Phone controller’ masih belum terkonfirmasi dan bukan pengumuman resmi.

Apa itu Cloud Connect dan kenapa terasa penting

Cloud Connect, sesuai namanya, adalah cara menghubungkan kontroler langsung ke cloud. Selama ini, alur main cloud gaming lewat kontroler fisik punya satu perantara ekstra: tombol yang kamu tekan dikirim dulu lewat Bluetooth ke perangkat yang menampilkan game, lalu perangkat itu meneruskannya lewat internet ke server. Setiap lompatan menambah jeda, dan dalam game yang butuh reaksi cepat, jeda itu terasa.

Dengan koneksi langsung, Nano mengirim inputnya sendiri lewat WiFi ke server Microsoft. Konsepnya sama seperti yang dulu dipakai kontroler Google Stadia, dan juga dipakai kontroler Amazon Luna. Kalau bekerja sesuai harapan, game cloud seharusnya terasa lebih responsif, terutama di jaringan rumah yang stabil. Perlu dicatat, besarnya perbaikan latensi tetap bergantung pada kondisi jaringan masing-masing, bukan angka pasti yang bisa dijanjikan untuk semua pemain.

Apa yang sudah dilaporkan, dan apa yang belum

Laporan The Verge, yang dikutip sejumlah media, menyebut Cloud Connect dipasangkan lewat aplikasi Xbox di ponsel: aplikasi itu menghubungkan Nano ke jaringan WiFi supaya kontroler bisa menjangkau server cloud sendiri. Di antarmuka layanan, opsi itu dilabeli ‘Cloud connect’ dan disertai catatan bahwa ini pengalaman pratinjau yang masih dalam pengembangan dan bisa berubah.

Windows Central, lewat jurnalisnya Jez Corden yang sudah menjajal Nano sebelum ulasan penuhnya, melaporkan hal senada: dukungan WiFi langsung itu ada, tapi belum aktif, dan pengujiannya diperkirakan dimulai di Amerika Serikat sebelum meluas secara global dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Laporan lain menyebut pengujian privat itu berjalan di situs web Xbox Cloud Gaming yang baru, dengan dukungan penuh di TV pintar dan permukaan lain masih dalam pengembangan.

Yang belum ada adalah pengumuman resmi Microsoft. Pengumuman resmi Xbox Wire untuk Nano hanya mencantumkan Xbox Wireless untuk konsol dan Bluetooth untuk perangkat lain, tanpa menyebut WiFi langsung ke cloud. Artinya, sampai Microsoft bicara sendiri, Cloud Connect harus ditulis sebagai fitur yang dilaporkan dan masih diuji, bukan fitur peluncuran. Kontroler Elite 3 di masa depan juga disebut-sebut bakal membawa teknologi serupa, tapi itu pun masih prediksi dari laporan, bukan pengumuman resmi.

Kabar kedua: ‘Phone controller’ dari temuan kode

Judul asli laporan The Verge menyebut dua cara baru mengendalikan game cloud, dan cara kedua ini jauh lebih lemah buktinya. Pengembang Better xCloud, redphx, menemukan referensi ‘Phone controller’ (dengan nama kode caccs) di kode Xbox Cloud Gaming, berdampingan dengan kategori berisi 368 game. Dugaan awalnya, HP bisa dipakai sebagai kontroler saat bermain di TV, sehingga pemain tidak perlu memasangkan kontroler terpisah.

Tapi redphx sendiri menegaskan temuannya berbeda dari referensi direct-to-cloud (accs), dan Xbox belum mengumumkan apa pun soal Phone controller. Jadi bagian ini jangan dibaca sebagai fitur yang akan datang. Ini sekadar petunjuk dari kode yang masih bisa berubah, dihapus, atau ternyata berarti hal lain. Xbox Cloud Gaming sendiri sudah mendukung kontrol sentuh di sebagian game, jadi angka 368 game itu belum membuktikan ada fitur baru.

Spesifikasi Nano yang sudah pasti

Terlepas dari fitur tersembunyinya, spesifikasi dasar Nano tidak berubah dari pengumuman resmi. Harganya US$49,99 — itu harga Amerika Serikat, bukan harga resmi Indonesia. Ukurannya sedikit di atas 5 inci dengan bobot sekitar 99 gram, dan Microsoft menyebutnya kontroler Xbox terkecil mereka. Nano tetap membawa 18 input standar Xbox, termasuk tombol Action yang bisa diprogram untuk tangkapan layar atau rekaman gameplay, plus baterai isi ulang internal.

Sebagai konteks, UlasTekno sebelumnya sudah memberitakan peluncuran Nano lewat artikel Xbox Nano Meluncur Hari Ini, Tanpa Koneksi WiFi Cloud. Artikel itu benar berdasarkan pengumuman resmi saat itu, dan laporan Cloud Connect ini justru melengkapinya: kemampuan WiFi-nya dilaporkan ada di perangkat, tapi fiturnya belum aktif dan belum diumumkan. Pembaca yang membeli Nano sekarang sebaiknya menganggap Cloud Connect sebagai bonus di masa depan, bukan alasan utama membeli.

Apa artinya buat pembaca di Indonesia

Buat pembaca di Indonesia, ada dua catatan penting. Pertama, belum ada harga resmi Indonesia maupun konfirmasi ketersediaan Nano di Indonesia dalam sumber-sumber yang diverifikasi untuk artikel ini, jadi harga US$49,99 jangan dibaca sebagai harga toko lokal. Kedua, Cloud Connect belum aktif dan jadwal pengujiannya dilaporkan dimulai di Amerika Serikat, jadi tidak ada jaminan kapan, atau apakah, fitur itu sampai ke pemain di Indonesia. Kalau kamu bermain cloud gaming lewat HP atau TV dan sering terganggu jeda input, Cloud Connect layak ditunggu, tapi belum layak dijadikan alasan beli hari ini.

Penutup

Cerita Xbox Nano jadi pengingat bahwa spesifikasi di atas kertas tidak selalu menceritakan seluruh perangkat. Fitur Cloud Connect bisa jadi pembeda nyata buat cloud gaming, atau bisa juga berakhir sebagai eksperimen yang tidak pernah meluas. Sampai Microsoft mengumumkannya sendiri dan fitur itu aktif di luar pengujian privat, anggap saja ini kabar menarik yang masih harus dibuktikan, bukan fitur yang sudah bisa kamu pakai.

Tanya jawab singkat

Apakah Xbox Nano sudah bisa main cloud lewat WiFi langsung? Belum. Laporan menyebut fitur itu belum aktif dan masih dalam pengujian.

Apakah Microsoft sudah mengumumkannya? Belum. Pengumuman resmi hanya mencantumkan Xbox Wireless dan Bluetooth.

Apakah fitur ini akan ada di Indonesia? Belum terkonfirmasi. Pengujian dilaporkan dimulai di Amerika Serikat, tanpa jadwal global yang pasti.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Ilustrasi konsep perangkat AI tanpa layar dari Nothing di meja kerja.
Gadget

Nothing Siapkan Perangkat AI Tanpa Layar, Rilis Desember

Nothing akan merilis perangkat AI-native pertamanya pada Desember 2026. Perangkat itu tidak punya layar baru dan, kata CEO Carl Pei, “tidak mungkin hanya jadi aplikasi” — tapi nama, harga, dan wujudnya masih dirahasiakan.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi