IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

GADGET

Arduview: Konsol Transparan Sekecil Kartu Kredit

Arduview membawa nostalgia gadget bening era 2000-an selangkah lebih jauh: bukan cuma casingnya yang transparan, tapi juga layar dan papan sirkuitnya. Konsol mungil berbasis Arduboy ini sedang crowdfunding, jadi ada risiko jadwal dan spesifikasi final yang perlu dipahami sebelum mendukungnya.

Oleh 03 NOV 2026 5 menit baca
Ilustrasi konsol handheld transparan Arduview dengan layar tembus pandang.

Kalau kamu tumbuh besar dengan Game Boy Color ungu transparan atau perangkat bening era 2000-an, Arduview terasa seperti mesin waktu yang dibuat ulang dengan teknologi masa kini. Bedanya, konsol ini tidak berhenti di casing bening. Layarnya, tombolnya, joystick-nya, sampai papan sirkuit (PCB) di dalamnya dibuat tembus pandang.

Arduview adalah handheld retro berbasis platform open source Arduboy. Ia sedang ditawarkan lewat Kickstarter, dan menurut liputan Engadget yang menguji unit praproduksi, proyek ini sudah mencapai target pendanaannya. Tapi karena ini crowdfunding, bukan produk ritel biasa, ada beberapa hal yang masih bisa berubah sebelum unit final sampai ke tangan pendukungnya.

Yang membuat Arduview berbeda dari konsol bening lain

Konsol bening klasik biasanya hanya memakai casing plastik transparan, sementara komponen di dalamnya tetap tertutup papan hitam. Arduview membalik pendekatan itu. Engadget mencatat hampir semua komponen utamanya dibuat transparan, termasuk tombol, joystick, PCB, dan yang paling mencolok: layarnya sendiri.

Layar itu adalah panel OLED transparan. Piksel yang menyala akan tampak seperti melayang di atas kaca, sementara area yang tidak menyala tetap tembus pandang. Efeknya memang unik, tapi juga menimbulkan pertanyaan wajar: apakah game tetap terbaca kalau latar di belakangnya ramai? Engadget, yang mengujinya di ruangan terang, menyebut kecerahan layarnya cukup baik sehingga permainan tetap terlihat jelas.

Satu catatan kejujuran soal klaim ‘pertama di dunia’: pembuatnya menyebut Arduview sebagai konsol transparan pertama di dunia, dan Engadget menilai klaim itu agak berlebihan karena beberapa bagiannya tetap lebih buram daripada yang lain. Yang tidak bisa dibantah adalah kesan visualnya: perangkat ini memang terasa seperti tribut paling total untuk era gadget transparan.

Spesifikasi yang sudah terkonfirmasi, dan yang masih bertentangan

Menurut unit yang diuji Engadget, layarnya berukuran 1,51 inci dengan resolusi 128 x 64 piksel. Resolusi itu memang sangat rendah menurut standar sekarang, tapi masuk akal untuk game 8-bit bergaya Arduboy. Perangkatnya memakai chip 8-bit ATmega32U4, penyimpanan flash 16 MB, port USB-C untuk mengisi daya dan memuat game, speaker mungil bawaan, dan bobot sekitar 50 gram dengan ukuran 85 x 43 x 13 mm — lebih kecil dari kartu kredit.

Ada dua angka yang perlu dicatat karena sumbernya bertentangan. Situs resmi Arduview mencantumkan baterai 130 mAh dan waktu isi daya sekitar 50 menit, sementara Engadget pada unit praproduksinya menyebut 120 mAh. Tabel spesifikasi situs resmi juga mencantumkan angka layar 2,42 inci, yang bertentangan dengan 1,51 inci dari Engadget dan ulasan lain. Artikel ini memakai angka 1,51 inci dari unit yang diuji, dan angka baterai final sebaiknya dianggap belum terkonfirmasi sampai unit produksi diumumkan.

Jumlah game bawaan juga berbeda antar sumber: situs resmi menyebut 400 game, sementara Engadget pada unit praproduksi menyebut lebih dari 300 game. Yang jelas, game-game ini adalah game komunitas Arduboy — sederhana, pendek, dan cocok dimainkan selingan. Jangan berharap game Game Boy atau emulator konsol lain: situs resminya menegaskan Arduview tidak memainkan game Game Boy dan tidak menjalankan emulator. Ini sengaja, karena fokusnya adalah pustaka Arduboy yang sebagian besar gratis.

Kekurangan yang sudah terlihat sejak unit praproduksi

Engadget menegaskan ini bukan ulasan penuh, karena unit yang diuji belum final. Tapi dua kekurangan sudah terlihat. Pertama, speaker pada unit praproduksi itu tidak berfungsi. Kedua, joystick dan tombolnya terasa kaku dan cukup berisik saat ditekan, sampai mengganggu orang di sebelahnya yang sedang menonton TV.

Tidak ada jack audio, tidak ada Wi-Fi, tidak ada toko aplikasi, dan tidak ada akun yang wajib dibuat. Semua pengelolaan game dilakukan lewat USB-C. Buat sebagian orang, itu justru daya tariknya: perangkat yang tidak menuntut apa-apa selain dimainkan. Buat yang lain, itu batasan yang jelas — ini bukan pengganti handheld modern, melainkan mainan retro yang sengaja sederhana.

Yang menarik, karena berbasis Arduboy yang open source, pemiliknya bisa memuat game komunitas lain atau bahkan membuat game sendiri dengan Arduino. Situs resminya menyebut satu game bisa ditulis dalam sekitar seratus baris kode, dan sebagian besar game komunitas bersifat open source sehingga bisa dipelajari. Ini yang membedakan Arduview dari sekadar barang koleksi: ia juga alat belajar yang menyenangkan.

Harga, jadwal, dan risiko crowdfunding untuk pembaca Indonesia

Harga awal di Kickstarter disebut sekitar US$73 untuk paket Launch Special, lalu US$89 dan US$99 untuk tier berikutnya, dan sekitar US$149 untuk tier Collector. Ongkos kirim dibebankan terpisah, sekitar US$19–US$39 tergantung tujuan. Semua harga ini adalah harga crowdfunding global, bukan harga resmi Indonesia, dan Arduview belum tersedia resmi di Indonesia.

Soal jadwal, situs resmi menargetkan pengiriman untuk pendukung pada Desember 2026–Januari 2027, sementara liputan lain menyebut pengiriman mulai Februari 2027. Anggap jadwal ini sebagai target, bukan janji. Aturan crowdfunding yang paling penting tetap berlaku: mendukung kampanye tidak menjamin kamu pasti menerima perangkat, meski Engadget mencatat risiko Arduview terasa lebih kecil dari proyek lain karena target sudah tercapai dan unit praproduksi sudah beredar.

Putusan

Arduview bukan konsol untuk semua orang, dan ia tidak berpura-pura menjadi itu. Ia adalah barang nostalgia yang dieksekusi dengan berani: layar transparan yang benar-benar berfungsi, komponen yang dipamerkan, dan pustaka game komunitas yang luas. Kalau kamu kolektor gadget retro, penggemar Arduboy, atau sekadar suka perangkat yang memancing obrolan, ini salah satu proyek Kickstarter paling menarik tahun ini.

Tapi kalau kamu mencari handheld serius untuk game modern, lewati saja. Tunggu sampai unit produksi final teruji, terutama soal speaker, tombol, dan angka baterai, sebelum memutuskan. Nostalgia boleh, tapi uang crowdfunding tetap harus diperlakukan sebagai dukungan berisiko, bukan pembelian ritel biasa.

Tanya jawab singkat

Apakah Arduview bisa memainkan game Game Boy? Tidak. Ia hanya memainkan game Arduboy, dan situs resminya menegaskan tidak ada emulator.

Apakah Arduview dibuat oleh Arduboy? Tidak. Ia proyek independen yang kompatibel dengan platform open source Arduboy.

Kapan Arduview dikirim? Target situs resmi adalah Desember 2026–Januari 2027 untuk pendukung, sementara liputan lain menyebut Februari 2027; jadwal ini belum final.

Apakah Arduview tersedia di Indonesia? Belum ada penjualan resmi Indonesia yang terverifikasi; harga yang disebut adalah harga crowdfunding global dengan ongkir terpisah.

Baca juga: konsol game di lemari tertutup dan ARMSX3 tema PS3 di Android.

Sumber: Engadget, ‘The Arduview might be the ultimate tribute to retro translucent gadgets’, 3 November 2026; Arduview (situs resmi), ‘Arduview — the world’s first see-through screen on a game console’; Hackster.io, ‘Arduview Is the Transparent Arduboy You Definitely Want Now’; CheatCC, ‘Arduview Pocket Console With See-Through Screen Passes Its Kickstarter Goal’.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Ilustrasi soundbar di ruang keluarga dan ponsel dengan kartu preset musik
Gadget

Sonos 27voice Masuk Beta 6 November, tapi Belum untuk Indonesia

Sonos 27.3 menghadirkan Preset satu ketuk dan System Health, sementara asisten AI 27voice masuk early access khusus Amerika Serikat dan bahasa Inggris. Pengguna Indonesia belum bisa ikut beta ini, dan belum ada tanggal atau bahasa Indonesia yang diumumkan.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi