Dua nama sedang ramai dibicarakan bersamaan di dunia teknologi: REA, skill AI yang viral karena bisa membongkar cara kerja aplikasi apa pun, dan ArtCraft, suite klon Adobe gratis yang dibuat dengan bantuan AI. Keduanya nyambung: REA adalah alatnya, ArtCraft adalah contoh hasilnya. Artikel ini membahas cara kerja keduanya, apa yang benar-benar bisa mereka lakukan, dan di mana batasnya.
Apa itu REA
REA, singkatan dari Reverse Engineer Anything, adalah proyek open source dari morluto yang sempat menjadi nomor 1 di GitHub Trending harian pada 10 Oktober 2026, dengan 25.784 bintang baru dalam satu hari, dan 68.780 bintang keesokan harinya. Liputan lain yang ditulis sekitar seminggu kemudian menyebut angkanya sudah sekitar 348 ribu bintang, dan pencarian “reverse engineer anything” naik lebih dari 5.000 persen dari bulan ke bulan.
Bentuknya bukan sekadar satu skill. REA adalah satu paket berisi server MCP, tool baris perintah bernama rea, dan skill agen bernama reverse-engineer-anything, yang didistribusikan lewat npm sebagai rea-agents, berlisensi MIT, dengan situs di rea.tools.
Cara kerjanya begini: kamu punya aplikasi tanpa kode sumber, misalnya VS Code atau Slack, dan kamu penasaran cara kerja satu fiturnya. Kamu bertanya ke agen AI-mu, seperti Claude Code, Codex, Cursor, atau Gemini CLI. Agen itu memanggil REA, REA memeriksa berkas aplikasinya, lalu mengembalikan temuan beserta bukti dan batasannya. Agen kemudian menjelaskan dengan bahasa biasa, atau menulis dan menguji versinya sendiri. Analisisnya berjalan lokal di komputermu.
Yang bisa dibuka REA cukup luas: binari native (pseudocode, assembly, string, simbol, pemanggilan fungsi), aplikasi JavaScript dan Electron (modul, import, source map, rute, komunikasi antar proses), assembly .NET, APK Android (manifest, class, method hasil decompile), sampai situs web (struktur halaman, skrip, observasi jaringan). Versi 6.7.0 disebut punya 207 tool.
Cara install REA
Syaratnya Node.js 22.19 ke atas, 24.11 ke atas, atau 26 ke atas, lalu cukup jalankan perintah berikut:
npx rea-agents setup
Wizard-nya akan bertanya agen apa yang kamu pakai, lalu mendaftarkan REA ke konfigurasi agen itu. Untuk Claude Code, skill-nya terpasang di folder skills reverse-engineer-anything secara default. Kalau ada yang error, perintah rea doctor hanya membaca kondisi sistem dan memberitahu apa yang kurang, misalnya Ghidra belum terinstall. Catatan: Ghidra di Windows masih eksperimental.
Yang harus diluruskan soal REA
Pertama, REA tidak men-decompile apa pun sendirian. Ia adalah jembatan ke tool yang sudah ada: binari native dilempar ke Ghidra, Hopper, atau IDA yang harus kamu install dan lisensikan sendiri, APK Android lewat JADX dan Apktool, dan analisis JavaScript atau Electron bisa jalan tanpa tool tambahan. Jadi klaim “AI membongkar aplikasi apa pun” itu benar separuh: REA membuat prosesnya bisa digerakkan agen AI, tapi mesin analisisnya tetap tool reverse engineering klasik.
Kedua, REA bukan tombol “klon aplikasi ini”. Tutorial-tutorialnya sendiri menekankan itu: REA memberi bukti dan batasan, bukan klon sekali klik, dan aplikasi yang diproteksi berat tetap menyisakan pertanyaan terbuka.
Ketiga, ada batasan hukum yang sering hilang dari postingan viral. Proyeknya sendiri menyatakan REA hanya untuk riset yang sah, pendidikan, interoperabilitas, dan perangkat lunak yang kamu miliki atau berizin untuk diperiksa, dan secara eksplisit tidak mendukung cracking atau melewati lisensi. Banyak EULA dan ketentuan layanan yang membatasi reverse engineering, dan aturannya beda-beda tiap negara. Membaca cara kerja sebuah fitur adalah tindakan yang berbeda dari menyalin kode atau aset ke produkmu sendiri.
Keempat, analisisnya lokal, tapi hasil yang diterima agen tetap tunduk pada kebijakan data penyedia model AI yang kamu pakai. Jadi kata “lokal” bukan berarti semua temuan dijamin tidak keluar dari mesinmu.

ArtCraft: klon Adobe gratis buatan AI
ArtCraft adalah suite aplikasi gratis dan open source yang meniru tujuh aplikasi Adobe paling terkenal: PhotoCraft untuk Photoshop, VectorCraft untuk Illustrator, FilmCraft untuk Premiere Pro, LightCraft untuk Lightroom, EffectCraft untuk After Effects, DesignCraft untuk InDesign, dan PdfCraft untuk Acrobat Pro. Pembuatnya adalah Brandon Thomas, mantan CEO Storyteller.ai, perusahaan di balik platform suara FakeYou, yang mengaku menulisnya dengan bantuan Claude Opus 5.5 sebagai clean-room replacement dalam bahasa Rust, dengan build WebAssembly yang bisa jalan di browser.
Situs resminya adalah getartcraft.com. Unduhannya tersedia sebagai installer Windows (MSI atau ZIP portable), DMG untuk macOS, serta AppImage, Flatpak, dan DEB untuk Linux, plus versi browser. Ada juga ArtCraft Launcher yang menginstall dan memperbarui semua aplikasinya. UlasTekno sebelumnya sudah pernah menyinggung ArtCraft secara singkat di artikel klon Adobe gratis buatan AI, dan artikel ini membahasnya jauh lebih dalam, termasuk kaitannya dengan REA.
Sudah meluas ke luar Adobe: situs ArtCraft kini mendaftar 12 aplikasi Craft, termasuk WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft untuk Word, Excel, dan PowerPoint, plus CADCraft dan SoundCraft. Liputan lain juga menyebut klon Figma, AutoCAD, dan Pro Tools sedang dikerjakan.
Sudah sampai mana ArtCraft
Jujur saja: masih alpha yang sangat awal. Thomas awalnya mengklaim parity fitur 100 persen dalam sebulan, lalu meralat di Hacker News menjadi 99 persen yang butuh waktu berbulan-bulan, bukan bertahun-tahun. README masing-masing aplikasi sendiri memperkirakan kesiapan baru sekitar 40 sampai 65 persen untuk menggantikan aplikasi aslinya.
Contoh konkret: EffectCraft memang sudah punya komposisi, layer, keyframe, 306 efek, dan render queue, tapi tidak bisa membuka berkas .aep dan plugin After Effects tidak jalan di sana. Jadi tampilannya mirip Adobe, tapi belum bisa menggantikannya untuk kerja profesional.
Motivasinya juga nyata: Thomas mengaku terdorong membangun ini setelah berkali-kali kena biaya pembatalan Adobe. Konteksnya, pemerintah AS menggugat Adobe pada 2024 karena diduga menyembunyikan biaya terminasi dini, dan pada Maret 2026 Adobe menyepakati penyelesaian 150 juta dolar AS. Aplikasinya sendiri gratis di bawah lisensi MIT dan Apache, dan pengembangannya direncanakan didanai dari penjualan akses berbasis token ke model AI image milik ArtCraft yang sifatnya opsional.
Risiko hukumnya perlu dicatat: merekayasa ulang fungsi produk tanpa menyalin kodenya secara umum dianggap dapat diterima, tapi aplikasi ini masih bisa menghadapi klaim trade dress kalau tampilannya meniru antarmuka Adobe terlalu dekat. Dan perlu dicatat, “clean-room” adalah deskripsi dari pengelolanya sendiri, bukan putusan hukum. Praktisnya, unduh hanya dari getartcraft.com atau halaman rilis GitHub resminya, dan periksa SHA256SUMS.txt yang disertakan tiap rilis.
Kenapa dua topik ini muncul bersamaan
Ini intinya: ArtCraft adalah bukti nyata dari apa yang dijanjikan REA. Dulu, membongkar cara kerja aplikasi profesional lalu membangun ulang perilakunya adalah pekerjaan tim besar selama bertahun-tahun. Sekarang, satu pengembang dengan agen AI bisa mempelajari perangkat lunak yang sedang berjalan, mereproduksi perilakunya, dan merilis belasan aplikasi dalam hitungan bulan. Aturan kontributor ArtCraft sendiri menggambarkan proses mempelajari perangkat lunak Adobe yang sedang berjalan dan mereproduksi perilakunya.
Buat pembaca Indonesia, relevansinya jelas: ini soal akses. Kalau suite seperti ini matang, biaya langganan kreatif yang selama ini jadi penghalang buat pelajar dan kreator kecil bisa runtuh. Tapi untuk sekarang, sikap yang paling sehat adalah mencoba untuk eksplorasi dan belajar, dan jangan memindahkan proyek klien ke sana dulu. Sama seperti aplikasi open source gratis lainnya, nilai ArtCraft hari ini ada di potensinya, bukan di kesiapannya menggantikan aplikasi profesional.
Putusan
REA layak dicoba kalau kamu peneliti, pengembang, atau sekadar penasaran dengan cara kerja aplikasi, selama kamu memakainya pada perangkat lunak yang memang boleh kamu periksa dan memahami bahwa temuannya datang dengan batasan. ArtCraft layak dicoba untuk eksplorasi, tapi belum layak dijadikan alat kerja utama.
Yang paling menarik dari keduanya bukan sensasinya, melainkan pergeseran yang mereka tandai: kemampuan membongkar dan membangun ulang perangkat lunak kini tidak lagi eksklusif milik tim besar. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI bisa mengklon aplikasi, melainkan seberapa cepat klon-klon itu menjadi cukup bagus, dan bagaimana hukum serta pasar meresponsnya.
Tanya jawab singkat
Apakah REA bisa mengklon aplikasi apa pun dengan sekali klik? Tidak, REA memberi bukti analisis dan batasannya, bukan klon sekali klik.
Apakah REA gratis? Ya, berlisensi MIT dan didistribusikan lewat npm sebagai rea-agents, tapi tool analisis seperti IDA mungkin berbayar dan harus dilisensikan sendiri.
Apakah ArtCraft sudah bisa menggantikan Adobe? Belum, masih alpha dengan kesiapan sekitar 40 sampai 65 persen menurut README masing-masing aplikasinya.
Apakah ArtCraft gratis? Ya, di bawah lisensi MIT dan Apache, dengan pendanaan dari penjualan akses token model AI yang opsional.
Di mana mengunduh ArtCraft dengan aman? Hanya dari getartcraft.com atau halaman rilis GitHub resminya, dan periksa SHA256SUMS.txt tiap rilis.
Sumber: GitHub morluto/rea dan situs rea.tools; DigiSoulHub, “REA: let your AI agent reverse engineer any app” (12 Oktober 2026); DEV Community, “REA GitHub Tutorial” (Oktober 2026); atcyrus.com, “What is REA (Reverse Engineer Anything)? I ran it on Slack” (Oktober 2026); CyberSecurityNews, “REA Tool Connects Claude Code and Cursor to Ghidra and IDA Pro” (Oktober 2026); How-To Geek, “Adobe wants $840 a year for Creative Cloud” (28 Oktober 2026); CineD, “ArtCraft Releases Free Open-Source Adobe Alternatives” (Oktober 2026); tbreak.com, “ArtCraft: Free Open Source Adobe Clone Apps Built With AI” (Oktober 2026).