IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

AGEN AI

Agen AI Cuma Pesan Ratusan Order DoorDash, Kok Bisa?

CEO DoorDash Tony Xu menyebut agen AI dari luar baru menghasilkan beberapa ratus pesanan sejauh ini, jauh di bawah 993 juta pesanan DoorDash pada kuartal III 2026. Angka itu gambaran awal, bukan vonis akhir buat belanja lewat agen AI.

Oleh 02 NOV 2026 5 menit baca
Ilustrasi kurir pengiriman makanan dan asisten AI di ponsel

Ribuan demo agen AI terlihat meyakinkan. Tapi di DoorDash, angka nyatanya masih kecil sekali: agen AI dari luar baru menghasilkan beberapa ratus pesanan sejauh ini. Itu pengakuan CEO DoorDash Tony Xu sendiri dalam panggilan laporan keuangan kuartal III 2026 pada 29 Oktober 2026, seperti dilaporkan TechCrunch pada 30 Oktober 2026.

Bukan berarti agen AI tidak bekerja sama sekali. Artinya, kemampuan teknisnya belum berubah jadi kebiasaan belanja massal, setidaknya di satu platform pengiriman makanan sebesar DoorDash.

Ringkasan cepat:

  • Tony Xu menyebut agen AI pihak ketiga menghasilkan “mungkin beberapa ratus pesanan” secara total sejauh ini.
  • Angka itu kumulatif sejak agen-agen itu mulai beroperasi, bukan total kuartal III saja.
  • DoorDash mencatat 993 juta pesanan pada kuartal III 2026, naik 28% dibanding setahun sebelumnya.
  • Agen yang disebut antara lain Muse, Instinct, dan Fo.
  • DoorDash sendiri juga membangun agennya sendiri, jadi cerita ini bukan soal DoorDash menolak agen AI.

Apa yang sebenarnya dikatakan DoorDash?

Dalam panggilan itu, seorang analis bertanya soal agen AI yang memesan atas nama pengguna. Xu menjawab dengan nada hati-hati di dua arah: jangan melawan arah teknologi, tapi jangan juga terjebak ilusi soal seberapa besar pemakaiannya sekarang.

Kutipan kuncinya begini: “we’re seeing maybe several hundred orders in total from some of these third-party agents.” Kata “maybe” dan “several hundred” penting. Ini angka bulat yang diucapkan dalam panggilan, bukan angka pasti dari dasbor penjualan.

Yang juga penting: angka ini hanya mencakup agen dari luar. Agen buatan DoorDash sendiri tidak masuk hitungan ini. DoorDash punya asisten Ask DoorDash yang diluncurkan Juni, agen berbasis baris perintah pada Juli, dan agen pesan teks untuk memesan pada September, menurut laporan TechCrunch yang sama. DoorDash juga menyediakan konektor MCP, semacam jembatan standar supaya alat AI dari luar bisa memesan lewat DoorDash.

Seberapa kecil “beberapa ratus” itu?

Bayangkan begini: DoorDash menyebut rata-rata sekitar 3 juta pengiriman per hari dalam laporan 2025. Kalau angka agen AI itu beberapa ratus secara total, porsinya bahkan belum sampai seperseribu persen dari satu kuartal DoorDash.

Perbandingan yang sering dipakai adalah 993 juta pesanan kuartal III 2026. Tapi hati-hati membandingkannya mentah-mentah. Angka 993 juta itu hanya mencakup tiga bulan, sementara angka agen AI itu kumulatif selama agen-agen tersebut beroperasi. Periode dan populasinya tidak sama persis. Kesimpulan yang aman adalah: pemakaian agen dari luar di DoorDash masih sangat kecil, bukan angka persentase yang presisi.

Buat pembaca di Indonesia, konteksnya begini: DoorDash adalah studi kasus pasar pengiriman makanan di luar negeri, bukan layanan yang kamu pakai sehari-hari di sini. Nilainya ada di pelajaran umumnya: demo yang ramai belum tentu sama dengan perilaku belanja yang berubah.

Kenapa angka kecil ini tetap penting?

Pertama, ini salah satu angka nyata pertama dari perusahaan besar soal belanja lewat agen. Selama ini, banyak klaim soal agentic commerce, istilah untuk AI yang bukan cuma menjawab pertanyaan tapi juga bertindak, misalnya memesan makanan atas nama kamu, datang dari demo dan janji produk, bukan dari volume transaksi.

Kedua, angka ini tidak membuktikan agen AI akan gagal. Bisa jadi pengguna belum percaya menitipkan pembayaran dan alamat ke agen pihak ketiga. Bisa jadi agennya belum cukup andal menangani perubahan menu, stok kosong, atau instruksi khusus. Bisa jadi juga orang memang lebih nyaman membuka aplikasi DoorDash langsung, seperti yang dikatakan Xu: sebagian besar pengguna masih memesan lewat aplikasi DoorDash sendiri.

Ketiga, ada pertanyaan bisnis yang belum terjawab. Xu menyebut agen bisa membuka peluang iklan di masa depan, tapi volumenya sekarang terlalu kecil untuk punya nilai komersial. Artinya, platform belum punya insentif kuat untuk memperebutkan lalu lintas agen, selama lalu lintas itu masih sekecil ini.

Perkembangan serupa juga terlihat di dunia model AI besar. Artikel UlasTekno soal model AI sebesar 1 triliun parameter yang bisa diunduh menunjukkan kemampuan model makin mudah diakses, tapi akses yang mudah belum otomatis berarti pemakaian massal di satu layanan tertentu. Hal yang sama berlaku buat agen belanja: pintarnya model bukan jaminan orang langsung menitipkan dompetnya.

Apa yang masih belum terkonfirmasi?

Banyak hal belum diungkap DoorDash, dan artikel ini tidak akan mengarangnya:

  • Berapa angka pastinya, karena yang disebut hanya “beberapa ratus”.
  • Sejak kapan tepatnya hitungan itu dimulai untuk tiap agen.
  • Berapa pesanan dari tiap agen, termasuk Muse secara khusus.
  • Apa yang dihitung sebagai “pesanan agen”, misalnya pesanan yang sepenuhnya otomatis versus yang masih dibantu manusia.
  • Apakah angka ini akan naik cepat setelah agen makin terintegrasi, atau tetap lambat.

Jadi, kalau ada yang bilang angka ini membuktikan agen AI cuma hype, itu melampaui bukti. Kalau ada yang bilang angka ini tidak penting karena agen pasti meledak, itu juga melampaui bukti. Yang terbukti baru satu hal: sejauh ini, di DoorDash, pemakaian agen dari luar masih sangat kecil.

Penutup: Belanja lewat agen AI masih berada di tahap pembuktian, bukan tahap dominasi. Buat pengguna, pelajarannya praktis: coba agen untuk pesanan kecil dan tidak mendesak dulu, periksa kembali isi keranjang, alamat, dan total bayar sebelum agen mengeksekusi, dan jangan simpan metode pembayaran di agen yang belum kamu percaya. Buat industri, angka DoorDash ini jadi patokan awal yang jujur, dan patokan itu baru akan berarti kalau perusahaan lain berani membuka angka yang sama.

Tanya jawab singkat

Berapa pesanan DoorDash dari agen AI pihak ketiga? Beberapa ratus secara total sejauh ini, menurut CEO Tony Xu, tanpa angka pasti.

Apakah itu total kuartal III 2026? Bukan. Angka itu kumulatif sejak agen-agen tersebut beroperasi, sementara 993 juta adalah total pesanan DoorDash pada kuartal III 2026 saja.

Apakah DoorDash menolak agen AI? Tidak. DoorDash membangun agennya sendiri dan menyediakan konektor supaya agen luar bisa memesan.

Sumber:

  • TechCrunch, “DoorDash said it’s only received ‘several hundred’ orders from AI agents”, 30 Oktober 2026
  • Ars Technica, “Basically no one is using AI agents for their DoorDash orders”, 30 Oktober 2026
  • DoorDash, hasil keuangan kuartal III 2026 (angka 993 juta pesanan)

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi