IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

KEAMANAN SIBER

Gemini di Gmail: Apa yang Dibaca AI dan Cara Mematikannya

Gemini di Gmail bisa meringkas dan menyusun balasan email, tapi apa datanya dipakai melatih AI? Simak janji privasi Google dan cara mematikan fitur pintarnya.

Oleh 03 NOV 2026 6 menit baca
Ilustrasi amplop email dengan motif kecerdasan buatan yang menggambarkan Gemini di Gmail.

Gemini kini terpasang di Gmail dan bisa meringkas email panjang, menyusun draf balasan, sampai membuat daftar tugas dari isi kotak masuk. Fitur gratis ini aktif secara default, dan itu memunculkan pertanyaan wajar: apakah email kamu dipakai untuk melatih AI Google?

Jawaban singkatnya menenangkan sekaligus tidak sepenuhnya. Google menyatakan email pribadi tidak dipakai untuk melatih model dasarnya, termasuk Gemini. Tapi Gemini tetap harus membaca isi email kamu untuk mengerjakan tugas yang kamu minta, dan ada satu celah izin yang bisa mengubah aturan mainnya.

Ringkasan cepat

  • Google menyatakan email pribadi tidak dipakai melatih model dasar Gemini.
  • Gemini hanya memproses email untuk tugas spesifik yang kamu minta, lalu tidak menyimpannya setelah tugas selesai, menurut Google.
  • Celahnya: saat data Workspace dibagikan ke layanan Search, ringkasan dan cuplikan dari email bisa dipakai untuk meningkatkan layanan, termasuk melatih model.
  • Mematikan fitur pintar di Gmail juga bisa mematikan pemeriksaan ejaan dan tata bahasa.
  • Langkah mematikan ada di bawah, untuk aplikasi dan web.

Jadi, apakah Gemini melatih AI dari email kamu?

Menurut pernyataan Google di blog resminya pada April 2026, tidak. Google menulis bahwa mereka tidak melatih model AI dasarnya, termasuk Gemini, dari email pribadi pengguna. Akses Gemini ke Gmail disebut hanya untuk tugas yang terisolasi, misalnya meringkas email panjang. Setelah tugas selesai, Gemini diklaim tidak menyimpan data itu.

Halaman bantuan Gmail Google menguatkan janji ini untuk seluruh Workspace, bukan cuma email. Di sana tertulis bahwa Google tidak memakai data Workspace untuk melatih atau meningkatkan model AI generatif dan model bahasa besar yang menggerakkan Gemini, Search, dan sistem lain di luar Workspace tanpa izin. Janji yang sama mencakup Chat, Calendar, Docs, Drive, Sheets, dan Slides.

Bedakan dua hal di sini. Pertama, pemrosesan: Gemini memang membaca email kamu saat kamu memintanya meringkas atau menyusun balasan, karena tanpa membaca, tugas itu tidak bisa dikerjakan. Kedua, pelatihan: menurut Google, isi email itu tidak masuk ke dalam model dasar Gemini. Jadi kalau ada yang bilang “Gemini mengintip email”, itu benar dalam arti akses untuk tugas, tapi belum tentu benar dalam arti pelatihan model. Klaim pelatihan inilah yang dibantah Google.

Konteks ini penting karena janji privasi perusahaan teknologi sering diuji dari detailnya, seperti yang pernah dibahas UlasTekno soal janji privasi perusahaan teknologi dan soal AI yang menyalahgunakan data. Janji saja tidak cukup; yang menentukan adalah pengaturan yang kamu aktifkan.

Celah yang perlu kamu tahu: saat Gmail terhubung ke Search

Kata kuncinya ada di frasa “tanpa izin”. Halaman bantuan Google menegaskan, kalau kamu sebagai pengguna akun pribadi memilih membagikan data, termasuk data Workspace, ke aplikasi Gemini atau layanan Search untuk Personal Intelligence, atau lewat aksi layar termasuk tangkapan layar, data itu diproses sesuai ketentuan layanan tersebut dan bisa dipakai untuk pelatihan dan peningkatan model.

Engadget, yang mengulas pernyataan Google ini, menambahkan penjelasan soal layanan Search. Menurut Engadget, layanan Search tidak melatih model AI generatif secara langsung dari kotak masuk Gmail. Namun saat kamu berinteraksi dengan Search, ringkasan, cuplikan, media hasil generate, dan inferensi dari media, email, dan file yang relevan bisa dipakai untuk menjawab prompt kamu. Dan untuk membuat jawaban tetap relevan dan berkualitas, Google melatih modelnya dari ringkasan, cuplikan, dan inferensi tersebut.

Itulah perbedaan halusnya. Email mentah kamu diklaim tidak dipakai melatih model. Tapi begitu Gmail terhubung ke layanan Search, turunan dari email kamu, seperti ringkasan dan cuplikan, bisa masuk ke proses peningkatan model. Buat pengguna yang peduli privasi, celah inilah yang paling layak ditutup, bukan cuma tombol Gemini di Gmail.

Cara mematikan Gemini di Gmail

Langkah ini mematikan fitur pintar di akun kamu, dan berlaku di seluruh akun, jadi cukup dilakukan sekali. Label menu bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi, tapi jalurnya sama.

Di aplikasi Gmail:

  1. Ketuk ikon tiga garis di kiri atas, lalu pilih Setelan.
  2. Pilih akun email kamu.
  3. Cari Smart features, lalu hilangkan centangnya.
  4. Untuk menghapus Gemini dari aplikasi Workspace, ketuk Google Workspace smart features dan kosongkan semua kotak centangnya.

Di Gmail web:

  1. Klik ikon gerigi Setelan di kanan atas, lalu pilih See all settings.
  2. Di tab General, cari Smart features dan hilangkan centangnya, lalu konfirmasi pilihan kamu.
  3. Kembali ke tab General, buka Google Workspace smart features, klik Manage Workspace smart feature settings, matikan kedua opsinya, lalu klik Save.

Konsekuensinya perlu kamu tahu sebelum menekan tombol itu. Engadget mencatat, mematikan fitur pintar juga bisa mematikan hal-hal seperti pemeriksaan ejaan dan tata bahasa. Google menempatkan pengguna pada pilihan yang tidak nyaman: fitur penyuntingan dasar satu paket dengan fitur AI yang lebih invasif. Kalau kamu tetap butuh pemeriksaan ejaan, pertimbangkan opsi berikutnya, bukan mematikan semuanya.

Kalau tidak mau kehilangan semua fitur pintar

Kalau kamu masih ingin memakai fitur AI Gmail tapi ingin membatasi apa yang dipakai Google untuk melatih modelnya, atur dua hal di akun Google kamu.

Pertama, Search Services History. Masuk ke akun Google kamu, buka pengaturan Search Services History, dan matikan. Kamu juga bisa menghapus aktivitas yang sudah tersimpan, atau membatasi apa yang disimpan lewat pengaturan Save Media.

Kedua, Personalized Recommendations. Masuk ke akun Google, buka Data & privacy, lalu Personalization settings. Di sana kamu bisa mengaktifkan atau menonaktifkan Personalized Recommendations di layanan Search.

Dua pengaturan ini tidak mematikan Gemini di Gmail, tapi membatasi jalur data dari akun kamu ke layanan Search. Kombinasinya dengan mematikan fitur pintar memberi kontrol paling ketat, dengan harga kehilangan sebagian kenyamanan.

Apa artinya buat pembaca di Indonesia

Tidak ada yang berubah soal ketersediaan: Gmail dan Gemini bisa dipakai pembaca di Indonesia, dan langkah di atas berlaku di level akun, bukan wilayah. Yang perlu dicatat, perdebatan soal AI dan privasi ini bukan soal satu negara. Aturan mainnya ditentukan pengaturan akun masing-masing pengguna, jadi memeriksa pengaturan sendiri jauh lebih berguna daripada menunggu pengumuman baru.

Tanya jawab singkat

Apakah Google membaca email saya untuk iklan?
Menurut halaman bantuan Google, konten Workspace tidak dikumpulkan, dipindai, atau dipakai untuk penargetan iklan.

Apakah mematikan fitur pintar menghapus email saya?
Tidak. Langkah ini hanya mematikan fitur AI dan fitur pintar terkait, bukan menghapus isi kotak masuk.

Apakah Gemini masih bisa dipakai lewat aplikasi Gemini terpisah?
Ya, dan itu justru penting: data yang kamu bagikan ke aplikasi Gemini tunduk pada ketentuan aplikasi Gemini, yang berbeda dari janji Workspace. Jangan menempel data sensitif dari email ke chatbot tanpa sadar.

Gemini di Gmail itu berguna, tapi kenyamanannya dibayar dengan akses ke kotak masuk kamu. Janji Google cukup jelas soal pelatihan model, tapi celah izin lewat layanan Search membuat pengaturan default bukan pilihan terbaik buat semua orang. Luangkan lima menit untuk memeriksa Smart features dan pengaturan Search kamu, lalu putuskan sendiri: kenyamanan penuh, atau kontrol penuh.

Sumber: Engadget, “Gemini could be poking through your emails – here’s how to stop it” (2 Nov 2026); Google Blog, “Gemini in Gmail: How Google keeps user emails private” (7 Apr 2026); Google Gmail Help, “Learn how Gemini in Gmail, Calendar, Chat, Docs, Drive, Sheets, Slides, Meet, Vids & Pics protects your data”.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Ilustrasi HP yang dicas di area tunggu bandara.
Gadget

Ngecas di USB Bandara Aman? Ini Jawaban Jujurnya

Jawaban singkatnya: cukup aman untuk HP modern yang sudah diperbarui, tapi risikonya tidak nol. Port USB publik membawa daya dan data sekaligus, jadi cara ngecasnya yang menentukan aman atau tidak.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi