IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

CHIP DAN SEMIKONDUKTOR

Harga Memori Naik, Margin Apple Tergerus di Kuartal Liburan

Margin kotor Apple diprediksi turun ke 45–46% pada kuartal liburan karena harga memori yang melonjak dan biaya peluncuran Siri AI. Ini dampaknya buat pembeli.

Oleh 03 NOV 2026 5 menit baca
Modul memori RAM pada papan sirkuit.

Apple baru saja mencetak rekor pendapatan kuartal September, tapi di balik rekor itu ada kabar yang kurang enak: margin keuntungannya menyusut, dan tekanannya diperkirakan berlanjut pada kuartal liburan. Penyebabnya ada dua, dan keduanya dikonfirmasi langsung oleh Apple dalam panggilan laporan keuangan 2 November 2026: harga memori yang melonjak dan biaya peluncuran Siri AI.

Margin kotor adalah selisih antara pendapatan dan biaya produksi, dinyatakan dalam persen. Sederhananya, kalau margin turun, Apple menyimpan lebih sedikit dari setiap dolar penjualan, meski total penjualannya naik.

Catatan foto: gambar utama artikel ini memperlihatkan modul memori DDR3 Kingston generik, bukan komponen memori produk Apple.

Margin turun meski pendapatan pecah rekor

Pada kuartal September 2026, margin kotor Apple tercatat 47,9 persen, turun dari 50,1 persen pada kuartal Juni 2026. Margin kotor produk bahkan turun lebih tajam, dari 40,1 persen menjadi 37,2 persen. Angka-angka ini sudah termasuk bantuan sekitar 1 poin persentase dari pengembalian dana tarif (tariff refunds).

Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, menjelaskan bahwa kalau bantuan pengembalian tarif itu dihilangkan dari kuartal Juni maupun September, margin kotor di kedua kuartal itu sebenarnya turun sekitar 1 poin secara berurutan, terutama karena harga memori yang lebih tinggi. Dengan kata lain, tarif sempat menutupi sebagian luka, tapi tidak cukup untuk menutup seluruh kenaikan biaya memori.

Untuk kuartal Desember 2026, Apple memandu margin kotor di kisaran 45–46 persen. Itu lebih rendah dari 47,9 persen pada kuartal September, dan lebih rendah dari rentang panduan 47–48 persen yang pernah diberikan untuk kuartal September. Tekanan ini, menurut Parekh, terutama didorong harga memori, ditambah sebagian biaya terkait peluncuran Siri AI.

“Unprecedented”: kata CEO Apple soal harga memori

CEO Apple, John Ternus, menyebut situasi harga memori saat ini “unprecedented”, atau belum pernah terjadi sebelumnya. Apple memperkirakan biaya pembelian komponen memori akan terus naik melampaui kuartal Desember, bukan hanya berhenti di musim liburan.

Beberapa langkah sudah diambil Apple untuk meredam dampaknya. Kenaikan harga di lini Mac, iPad, dan iPhone pada Juni dan September 2026 membantu menutup sebagian kenaikan biaya. Apple juga masih memakai stok memori yang dibeli dengan harga lebih murah, plus penghematan pada beberapa komponen non-memori. Tapi Ternus memperingatkan, manfaat dari stok murah itu akan berkurang seiring waktu.

Bukti seberapa serius Apple mengamankan pasokan terlihat dari kewajibannya: kewajiban pembelian manufaktur Apple naik 33 miliar dolar AS dari kuartal Juni ke kuartal September 2026, dan nilai persediaannya naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi 14,5 miliar dolar AS, menurut laporan MacRumors. Apple sedang menimbun komponen sebelum harganya naik lagi.

Yang belum dijawab Apple: apakah perusahaan akan menaikkan harga produk lagi. Saat ditanya soal itu, Apple tidak memberi jawaban pasti. Parekh menyebut kenaikan harga sebelumnya dilakukan “dengan enggan”, dan Apple berusaha menyeimbangkan dampak jangka pendek dan jangka panjangnya.

Dua cara Siri AI menggerus margin

Siri AI adalah asisten Apple yang dibangun ulang, dan peluncurannya ikut menekan margin lewat dua jalur, menurut penjelasan Parekh.

Pertama, biaya cloud. Menjalankan permintaan Siri AI di server Apple membutuhkan komputasi nyata setiap kali pengguna memakainya, dan biaya itu bertambah seiring pemakaian. Parekh juga menyebut masih terlalu dini untuk memprediksi secara pasti campuran biaya antara pemrosesan di perangkat dan lewat Private Cloud Compute milik Apple.

Kedua, akuntansi pendapatan yang ditangguhkan. Untuk perangkat yang dijual bersama Siri AI, Apple menahan sebagian harga jual dan mengakuinya secara bertahap selama masa pakai perangkat, bukan seluruhnya pada saat penjualan. Ini praktik akuntansi yang sama dengan yang sudah lama diterapkan Apple untuk layanan bawaan perangkat seperti Maps, Siri, dan iCloud. Jadi, ini bukan biaya atau pungutan baru untuk pengguna, melainkan cara pencatatan pendapatan yang membuat margin terlihat lebih tipis di awal.

Apa artinya buat pembeli

Buat pembaca, ada tiga implikasi praktis. Pertama, jangan kaget kalau harga perangkat naik lagi di masa depan: Apple tidak menjanjikan tidak akan menaikkan harga, dan biaya memori diperkirakan terus naik sampai tahun depan. Kedua, kenaikan harga yang sudah terjadi pada Juni dan September 2026 adalah bagian dari respons Apple terhadap tekanan ini, bukan sekadar strategi menaikkan harga tanpa sebab. Ketiga, Siri AI tidak akan dipangkas demi menghemat biaya — Apple tetap menjadikannya andalan lini produk musim liburan, sambil menanggung biaya cloud-nya.

Untuk konteks, artikel pendamping UlasTekno membahas proyeksi Apple menuju kuartal terbesar sepanjang sejarahnya — sisi pendapatan dari cerita yang sama. Dan hasil kuartal September yang menjadi titik awal cerita ini sudah dibahas dalam artikel iPhone cetak rekor kuartal September.

Yang masih belum terkonfirmasi

Yang masih belum terkonfirmasi: seberapa besar lagi harga memori akan naik setelah kuartal Desember, dan apakah Apple pada akhirnya menaikkan harga produk lagi. Keduanya belum dijawab Apple, jadi jangan menganggap kenaikan harga berikutnya sebagai kepastian.

Kesimpulannya, Apple tidak sedang merugi — ia justru mencetak rekor. Tapi untuk setiap dolar penjualan, Apple kini menyimpan lebih sedikit, karena memori makin mahal dan asisten AI-nya makin mahal dijalankan. Selama biaya komponen belum reda, margin yang lebih tipis ini kemungkinan akan menjadi cerita yang berlanjut, bukan sekadar satu kuartal yang buruk.

Tanya jawab singkat

Apakah Siri AI membebani pengguna dengan biaya baru? Tidak. Dampaknya lewat biaya cloud Apple dan pencatatan pendapatan yang ditangguhkan, bukan pungutan baru untuk pengguna.

Apakah Apple akan menaikkan harga lagi? Belum dipastikan. Apple tidak mengatakannya, dan hanya menyebut kenaikan harga sebelumnya dilakukan dengan enggan.

Kenapa margin bisa turun padahal penjualan naik? Karena biaya komponen, terutama memori, naik lebih cepat daripada yang bisa ditutup oleh kenaikan penjualan dan harga.

Sumber: Apple Newsroom, “Apple reports fourth quarter results” (2 November 2026); 9to5Mac, “Apple says memory costs and Siri AI will weigh on holiday quarter profit margins” (2 November 2026); 9to5Mac, “Apple forecasts its biggest revenue quarter ever despite supply constraints” (2 November 2026); MacRumors, “Apple’s Q4 2026 Earnings Call Takeaways” (2 November 2026); MacRumors, “Apple Dodges Question on More Price Hikes as Memory Costs Climb” (2 November 2026).

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi