IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

CHIP DAN SEMIKONDUKTOR

AMD Cetak Kuartal Terbesar, Data Center Hampir Dua Kali Lipat

AMD membukukan pendapatan US$13,4 miliar pada kuartal III 2026, naik 45% dibanding setahun sebelumnya. Segmen data center kini menyumbang sekitar 64% dari total pendapatan AMD.

Oleh 04 NOV 2026 6 menit baca
Ilustrasi lorong data center dengan rak server yang menyala

AMD baru saja menutup kuartal terbaik dalam sejarahnya, dan pendorongnya bukan PC atau kartu grafis gaming, melainkan chip untuk data center. Perusahaan mengumumkan hasil kuartal III 2026 pada 3 November 2026, untuk periode yang berakhir 26 September 2026, dengan pendapatan US$13,377 miliar, naik 45% dibanding setahun sebelumnya dan 16% dibanding kuartal sebelumnya.

Angka itu melampaui batas atas panduan AMD sendiri. CEO AMD, Lisa Su, menyebutnya sebagai kuartal rekor, dengan penjualan segmen data center yang hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Laba bersih menurut standar akuntansi GAAP mencapai US$2,428 miliar, naik 95%, dengan laba per saham US$1,46. Pada basis non-GAAP, laba bersihnya US$3,471 miliar dan laba per saham US$2,09, naik 74%.

Ringkasan cepat:

  • Pendapatan total Q3 2026: US$13,4 miliar, naik 45% year-on-year.
  • Segmen data center: US$8,5 miliar, naik 97%, sekitar 64% dari total pendapatan.
  • Segmen client dan gaming: US$3,7 miliar, turun 8%, karena gaming anjlok 40%.
  • Panduan kuartal IV 2026: sekitar US$17 miliar, plus minus 3% — ini proyeksi, bukan hasil yang sudah pasti.

Angka utamanya

Segmen Pendapatan Q3 2026 Perubahan year-on-year
Data Center US$8,5 miliar Naik 97%
Client dan Gaming US$3,7 miliar Turun 8%
Embedded US$1,1 miliar Naik 29%
Total US$13,4 miliar Naik 45%

Margin kotor GAAP tercatat 54%, sedangkan margin kotor non-GAAP 56%. Perbedaan keduanya penting dipahami: angka non-GAAP mengeluarkan beberapa pos seperti kompensasi berbasis saham dan amortisasi, jadi angka GAAP-lah yang paling konservatif untuk dibandingkan dengan laba bersih. Dalam rilisnya, AMD juga mencatat laba operasi GAAP US$2,832 miliar, naik 123% dibanding tahun lalu.

Konsensus analis yang dihimpun sebelum pengumuman, menurut laporan Seoul Economic Daily yang mengutip data LSEG, berada di sekitar US$13,09 miliar untuk pendapatan dan US$1,95 untuk laba per saham yang disesuaikan. Artinya hasil AMD melampaui ekspektasi itu, meski selisihnya tidak besar. Saham AMD dilaporkan naik sekitar 8% pada perdagangan setelah jam bursa menyusul pengumuman tersebut — itu reaksi pasar sesaat, bukan rekomendasi investasi.

Kenapa data center bisa melesat sejauh itu

Data center di sini bukan sekadar gedung server. Segmen ini menggabungkan dua produk utama AMD: prosesor server EPYC, yaitu CPU yang dirancang untuk menjalankan banyak beban kerja sekaligus di server, dan GPU akselerator Instinct, yaitu chip yang mempercepat pelatihan dan inferensi model AI.

AMD menyebut pertumbuhan itu didorong permintaan kuat untuk EPYC dan peluncuran GPU seri Instinct MI450. Produk berikutnya yang jadi kunci cerita ini adalah Helios, yaitu sistem skala rak (rack-scale) yang menggabungkan GPU Instinct MI450, CPU EPYC generasi keenam dengan nama kode Venice, jaringan, dan perangkat lunak ROCm dalam satu paket infrastruktur AI yang siap dipasang, bukan sekadar chip yang dijual terpisah.

AMD menyatakan sistem Helios pertama sudah dipakai untuk menjalankan model dan beban kerja di Anthropic, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Oracle Cloud Infrastructure. HPE juga mengumumkan Vultr akan memakai sistem Helios by HPE pertama, sementara Oracle mengumumkan instans OCI Compute E7 yang ditenagai CPU EPYC generasi keenam. Lisa Su mengatakan pertumbuhan diperkirakan makin cepat pada kuartal IV seiring peningkatan produksi Helios dan Venice. Itu pernyataan arah, bukan jaminan volume pengiriman.

Konteks yang lebih luas juga membantu membaca angka ini: pembiayaan infrastruktur AI sedang membesar, dan data center AI menjadi tempat belanja modal raksasa perusahaan teknologi. AMD kini menjual ke pasar itu secara langsung, bukan hanya lewat komponen.

PC naik tipis, game turun dalam

Sisi lain laporan ini jauh kurang meriah. Segmen Client dan Gaming turun 8% menjadi US$3,7 miliar. Di dalamnya, bisnis client — terutama prosesor PC — justru naik 7% menjadi US$2,9 miliar, didorong penjualan prosesor mobile Ryzen untuk laptop. Jadi PC AMD tidak sedang runtuh; pertumbuhannya hanya kecil dibanding ledakan data center.

Yang menarik turun adalah gaming: pendapatannya US$773 juta, anjlok 40% dibanding tahun lalu. AMD menyebut penyebabnya adalah pendapatan semi-custom yang lebih rendah — yaitu chip khusus yang dibuat untuk konsol game — ditambah pendapatan grafis yang melemah. Bagi pembaca yang memakai GPU AMD untuk gaming, laporan ini bukan sinyal harga akan turun: ini laporan pendapatan perusahaan, bukan pengumuman harga eceran.

Segmen Embedded, yang mencakup chip untuk aerospace dan pertahanan, otomotif, komunikasi, dan industri, naik 29% menjadi US$1,1 miliar. Segmen ini kecil dibanding data center, tapi pertumbuhannya menunjukkan AMD tidak hanya bergantung pada satu pasar.

Apa artinya buat pembaca Indonesia

Dampak laporan ini buat pembaca di Indonesia bersifat tidak langsung, dan penting untuk tidak dilebih-lebihkan. AMD tidak mengumumkan produk baru, harga Indonesia, atau ketersediaan Indonesia dalam laporan keuangan ini. Tidak ada angka rupiah dalam artikel ini karena AMD melaporkannya dalam dolar AS, dan mengonversi kurs bukan harga resmi.

Implikasi nyatanya ada di sisi layanan: kapasitas cloud dan AI yang dipakai banyak aplikasi di Indonesia berjalan di atas infrastruktur seperti yang dijual AMD. Kalau permintaan data center terus kuat, persaingan dan kapasitas di sisi server ikut berubah — tapi itu efek jangka menengah, bukan perubahan yang terasa besok pagi di toko laptop.

Buat calon pembeli laptop, satu detail yang relevan adalah prosesor mobile Ryzen masih tumbuh. Itu bukan janji model tertentu akan masuk Indonesia atau harganya akan turun. Buat gamer, anjloknya segmen gaming lebih mencerminkan siklus konsol dan penjualan chip khusus ketimbang nasib kartu grafis PC secara keseluruhan, dan AMD tidak merinci pembagian itu lebih jauh dalam rilisnya.

Yang masih belum pasti

Pertama, panduan kuartal IV 2026 sekitar US$17 miliar, plus minus 3%, dengan margin kotor non-GAAP sekitar 55%. Titik tengahnya menyiratkan pertumbuhan sekitar 66% dibanding tahun lalu dan 27% dibanding kuartal III. Itu proyeksi manajemen berdasarkan ekspektasi saat ini, dan AMD sendiri menegaskan hasil aktual bisa berbeda secara material tergantung kondisi pasar.

Kedua, dari liputan panggilan hasil (earnings call), manajemen disebut menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 80% pada 2027, dengan data center diharapkan melampaui 80% dari total pendapatan. Angka 2027 itu adalah target dan ekspektasi manajemen yang dilaporkan dari panggilan tersebut, bukan angka dalam panduan resmi kuartal IV di siaran pers, dan belum terbukti oleh realisasi pengiriman Helios dalam skala penuh.

Ketiga, AMD belum membuktikan bahwa lonjakan Helios bisa dipertahankan kuartal demi kuartal. Produksi, pasokan komponen, dan permintaan pelanggan hyperscaler semuanya bisa mengubah jalannya. Laporan kuartal IV, yang dijadwalkan awal 2027, akan menjadi ujian pertama apakah panduan US$17 miliar itu tercapai.

Penutupnya sederhana: AMD kini, secara angka, adalah perusahaan data center terlebih dahulu dan perusahaan PC serta gaming kedua. Kuartal III 2026 membuktikan pergeseran itu sudah terjadi — dari 47% setahun lalu menjadi sekitar 64% dari total pendapatan. Pertanyaannya bukan lagi apakah AMD bisa masuk ke pasar AI, melainkan apakah mereka bisa mengulang skala ini tanpa tersandung produksi dan permintaan.

Artikel ini bukan saran investasi.

Tanya jawab singkat

  • Apakah AMD sudah mengalahkan NVIDIA? Tidak bisa disimpulkan dari laporan ini saja; laporan ini tidak memuat pangsa pasar atau perbandingan langsung dengan NVIDIA.
  • Apakah harga GPU AMD akan turun karena gaming turun? Tidak ada pengumuman harga dalam laporan ini, jadi jangan membaca penurunan pendapatan gaming sebagai sinyal harga eceran.
  • Kapan panduan kuartal IV terbukti? Saat AMD melaporkan hasil kuartal IV 2026 pada awal 2027.

Sumber: AMD Newsroom, “AMD Reports Third Quarter 2026 Financial Results” — newsroom.amd.com; Seoul Economic Daily (Reuters-Yonhap News), “AMD Data Center Revenue Doubles, Shares Jump 8%” — en.sedaily.com; Thurrott, “AMD Revenues Jump 45 Percent to $13.4 Billion” — thurrott.com; The Verge, “AMD rides data center riches to ‘largest and most profitable’ quarter in history” (item deteksi wake; teks artikel tidak dapat dibaca karena domain diblokir oleh kebijakan, sehingga tidak dipakai sebagai sumber fakta) — theverge.com.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi