OpenAI mengklaim ChatGPT kini menangani volume pencarian yang kira-kira seperlima dari volume pencarian Google. Klaim itu disampaikan pimpinan produk konsumen ChatGPT, Adam Fry, dalam percakapan dengan Big Technology pada sebuah acara makan malam OpenAI di New York pada Senin malam, dan dilaporkan pada 2–3 November 2026.
Angka itu penting, tapi jangan dibaca sebagai pangsa pasar resmi. OpenAI membandingkan jumlah kueri, bukan mengklaim menguasai 20 persen pasar pencarian. Fry juga tidak menyebut jumlah absolut pencarian ChatGPT, dan tidak menjelaskan bagaimana OpenAI memperkirakan volume Google. Itu batas paling penting dari berita ini.
Ringkasan cepat:
- OpenAI menyebut volume kueri mirip pencarian di ChatGPT kini sekitar seperlima volume kueri Google.
- Yang dihitung adalah setiap pertanyaan yang membuat ChatGPT mencari di web, bukan setiap balasan dalam satu percakapan.
- ChatGPT tumbuh dari 1 miliar menjadi 1,2 miliar pengguna aktif mingguan dalam 60 hari, menurut OpenAI.
- Fitur suara ChatGPT, termasuk dikte dan percakapan lisan, disebut mencapai 250 juta pengguna mingguan.
- Estimasi pihak ketiga bervariasi, jadi angka 20 persen belum bisa diperlakukan sebagai ukuran pasar yang disepakati.
Apa yang sebenarnya dihitung OpenAI
Fry menjelaskan definisi OpenAI dengan cukup jelas. Dulu orang datang ke ChatGPT terutama untuk bantuan menulis dan coding, yang bukan hal yang biasanya dicari lewat mesin pencari. Dalam setahun terakhir, pengguna mulai bertanya hal-hal yang butuh informasi terbaru, seperti mencari orang, tempat, atau benda, plus pertanyaan keuangan dan kesehatan yang jawabannya harus faktual dan mutakhir.
“Setiap kali kamu mengajukan pertanyaan dan ChatGPT mencari di web, itu dihitung sebagai satu pencarian,” kata Fry, seperti dikutip Big Technology. Jadi percakapan panjang dengan 20 kali bolak-balik tidak otomatis dihitung 20 pencarian, kecuali tiap pertanyaan itu memang memicu pencarian web.
Definisi ini menjelaskan kenapa angka dari sumber lain bisa berbeda jauh. Satu analisis yang dirangkum CryptoBriefing menyebut estimasi pihak ketiga berkisar dari sekitar 7,5 persen menurut seoClarity pada Oktober 2026 hingga sekitar 12 persen menurut Ahrefs pada Februari 2026. Perbedaan itu hampir seluruhnya soal definisi: apa yang dihitung sebagai pencarian, dan data pembanding Google dari periode mana.
Kenapa klaim ini tetap signifikan
Terlepas dari perdebatannya, arah perubahannya sulit diabaikan. ChatGPT baru punya informasi mutakhir sekitar satu setengah tahun lalu, menurut Fry. Sekarang, dalam waktu singkat, ia sudah dipakai untuk jenis pertanyaan yang dulu hampir pasti diketik ke Google.
Buat pembaca di Indonesia, implikasinya praktis. ChatGPT tersedia dan dipakai luas di Indonesia, dan kebiasaan bertanya mulai bergeser dari daftar tautan ke jawaban langsung. Itu mengubah cara orang menemukan berita, harga, tempat, dan penjelasan, termasuk cara situs seperti UlasTekno ditemukan. Di sisi lain, jawaban langsung juga membawa risiko baru: jawaban yang terdengar meyakinkan belum tentu benar, dan sumbernya tidak selalu mudah dilacak seperti hasil pencarian biasa.
Google sendiri belum diam. Pada 29 Oktober 2026, Alphabet menyebut pencarian Google tumbuh dengan laju tahunan tercepat dalam lima tahun. Pendapatan Google Search dan produk terkait naik 12 persen menjadi US$63,35 miliar pada kuartal ketiga. Jadi cerita ini bukan soal Google yang runtuh, melainkan soal pesaing yang tumbuh cepat di samping raksasa yang masih tumbuh.
Yang masih belum terkonfirmasi
Ada tiga hal yang belum bisa dipastikan dari klaim ini. Pertama, OpenAI tidak membuka metodologi lengkap atau angka absolutnya, jadi publik tidak bisa mengaudit perbandingan itu. Kedua, volume kueri bukan trafik: analisis lain yang dirangkum CryptoBriefing menyebut Google mengirim trafik ke situs sekitar 190 kali lebih banyak daripada ChatGPT, dengan rasio klik ChatGPT di bawah 1 persen. Artinya, banyak orang bertanya ke ChatGPT, tapi jauh lebih sedikit yang kemudian mengklik ke situs sumber.
Ketiga, perbandingan dengan Bing perlu hati-hati. Saat ditanya apakah ChatGPT kini berkali-kali lipat lebih besar dari Bing yang pangsa pasarnya sekitar 5 persen, Fry tidak menjawab langsung, melainkan beralih ke angka pertumbuhan pengguna. Itu sah sebagai konteks, tapi bukan konfirmasi bahwa ChatGPT sudah melampaui Bing dalam metrik yang sama.
Putusan
Klaim 20 persen ini paling aman dibaca seperti ini: menurut analisis OpenAI sendiri, ChatGPT kini menangani kueri mirip pencarian dalam jumlah yang setara dengan sekitar seperlima volume Google. Itu capaian besar untuk produk yang baru belakangan punya akses web, tapi bukan pangsa pasar resmi dan bukan bukti Google sudah kalah.
Buat pengguna sehari-hari, cara terbaik memakainya tetap sama: pakai ChatGPT untuk jawaban cepat dan rangkuman, lalu periksa fakta penting, harga, dan tanggal ke sumber primer. Pertanyaan yang menyangkut uang, kesehatan, dan keputusan besar tidak boleh berhenti di satu jawaban AI saja.
Baca juga: Google Vids Kini Bisa Bikin Avatar dari Foto Kamu Sendiri dan Dreambeans Google Masuk India, Cerita AI dari Data Pribadimu.
Sumber: Big Technology, “OpenAI: ChatGPT Search Is About 20% of Google’s, 250 Million People Speak With ChatGPT, and Chat Is Merging With Work” (bigtechnology.com); CryptoBriefing, “OpenAI says ChatGPT search volume has reached about one-fifth of Google’s” (cryptobriefing.com); AIStockWire, “ChatGPT search volume is about 20% of Google’s, OpenAI says” (aistockwire.com).