Selama bertahun-tahun, aksesori HP yang dianggap keren adalah yang paling minimalis: casing tipis, warna netral, dan nyaris tak terlihat. Esai The Verge pada 4 November 2026 membalik asumsi itu. Penulisnya mengaku dulu anggota vokal “Tim Tanpa Casing”, lalu beralih ke grip magnetik setelah memakai Pixel 10 Pro Fold yang berat, dan akhirnya memesan grip PopSockets berbentuk hot dog. Intinya bukan sekadar gaya. Grip yang tebal dan mencolok ternyata menyelesaikan masalah nyata: HP besar makin sulit digenggam satu tangan.
Tren ini penting karena ia menyatukan dua hal yang biasanya dipisahkan: fungsi dan ekspresi. Grip bukan lagi sekadar tempelan lucu. Ia jadi pegangan, penyangga, dan penanda kepribadian di perangkat yang kita pegang sepanjang hari.
Dari mentega sampai hot dog: kenapa bentuknya sengaja norak
Cerita pemicunya sederhana dan mudah dibayangkan. Seorang teman memakai grip berbentuk stik mentega, lengkap dengan label “unsalty” dan garis takaran sendok makan, dipadukan casing bergaris tebal. Penulis esai itu langsung jatuh cinta dan memesan grip yang sama-sama mencolok. PopSockets, menurut pendirinya David Barnett yang dikutip The Verge, melihat konsumen makin merangkul warna, tekstur, dan kepribadian pada aksesori sehari-hari. Alasannya masuk akal: HP ikut ke mana-mana, jadi kenapa harus membosankan.
Di katalog PopSockets, bentuk-bentuk itu bukan pengecualian. Ada koleksi food truck tempat grip hot dog itu berasal, koleksi “Sugar Rush”, sampai bentuk klasik seperti bantalan jarum tomat. Sebagian orang akan menganggapnya norak, dan memang itu poinnya. Grip yang mudah dilihat juga lebih mudah ditemukan di tas, lebih mudah dipegang, dan lebih sulit tergelincir dari jari.
Sisi yang lebih serius: grip yang dirancang dari kebutuhan nyata
Di balik tren warna-warni itu ada cerita desain yang lebih serius, yaitu Bailey Hikawa. Perancang asal Los Angeles ini membuat grip dan casing tak biasa dari studionya sejak 2018, dengan masukan dari komunitas disabilitas, supaya perangkat lebih mudah digenggam oleh orang yang memegang HP dengan cara berbeda. The Verge pernah mengutipnya pada 2019 dengan kalimat bahwa casing HP sebaiknya terasa seperti teman atau boneka baru.
Apple kemudian berkolaborasi dengan Hikawa untuk grip MagSafe. Versi edisi terbatas pertamanya dijual US$69,95 dalam warna Chartreuse dan Crater. Pada Mei 2026, Apple merilis ulang grip itu dalam tiga warna baru dengan harga AS US$54,95, dan produknya tidak lagi berstatus edisi terbatas. Halaman resmi Apple mengonfirmasi varian Orange Swirl seharga US$54,95 dan menyebut grip itu sebagai aksesori adaptif MagSafe untuk iPhone yang dirancang Bailey Hikawa, dengan masukan langsung dari penyandang disabilitas yang memengaruhi kekuatan otot, ketangkasan, dan kontrol tangan.
Secara fungsi, grip Hikawa menempel secara magnetik ke iPhone bermagnet MagSafe, mudah dilepas, dan berfungsi ganda sebagai penyangga dengan dua sudut pandang, baik vertikal maupun horizontal. Bahannya silikon sentuhan lembut, dan menurut MacRumors produk ini diproduksi oleh PopSockets. Perlu dicatat: nama warna di tiap listing bisa sedikit berbeda, misalnya Orange Swirl, Glow Blue, dan Speckled Stone dalam laporan MacRumors, sementara halaman Apple mencantumkan varian Orange, Blue, dan Stone. Anggap perbedaan itu sebagai variasi penamaan listing, bukan tiga produk berbeda.
Cara memilih grip supaya tidak sekadar lucu
Pertama, cocokkan sistem tempelnya dengan HP kamu. Grip magnetik MagSafe paling nyaman buat iPhone bermagnet MagSafe karena mudah dilepas-pasang, sementara grip rekat cocok buat HP tanpa magnet, tapi lebih permanen dan bisa meninggalkan bekas. Kedua, periksa ketebalannya terhadap casing dan pengisian nirkabel. Grip yang terlalu tebal bisa mengganggu pengisian nirkabel atau membuat HP tidak rata saat diletakkan.
Ketiga, pikirkan cara kamu memegang HP. Kalau HP kamu besar dan berat, grip yang tebal dan lebar memberi tumpuan lebih baik daripada cincin tipis. Kalau kamu sering menonton video, pilih grip yang juga berfungsi sebagai penyangga. Keempat, jangan membeli tiruan hanya karena bentuknya mirip. PopSockets sendiri punya sejarah panjang melawan produk palsu, dan grip tiruan sering kalah di daya rekat magnet dan kualitas bahan.
Terakhir, soal harga dan ketersediaan di Indonesia: harga US$54,95 dan US$69,95 di atas adalah harga toko online Apple di AS, bukan harga resmi Indonesia, dan ketersediaan grip Hikawa di Indonesia belum terkonfirmasi. Untuk PopSockets umum, cek distributor atau toko resmi setempat dan bandingkan modelnya, bukan hanya gambarnya. MOFT Dynamic Folio Case, 4-in-1 untuk iPhone Duo bisa jadi pembanding pendekatan aksesori multifungsi, sementara Peak Design Rilis Charger Premium: Power Bank, Dock, dan Kabel menunjukkan sisi lain ekosistem aksesori premium yang juga mengutamakan fungsi harian.
Putusan
Grip HP yang mencolok bukan sekadar lelucon visual. Ia lahir dari kebutuhan praktis — HP makin besar, tangan cuma dua — dan dalam kasus Hikawa, dari kebutuhan aksesibilitas yang nyata. Kalau kamu sering khawatir HP jatuh, atau tanganmu cepat lelah memegang HP besar, grip tebal yang mudah digenggam adalah pembelian kecil dengan dampak harian besar. Pilih yang magnetnya kuat, bahannya nyaman, dan fungsinya ganda sebagai penyangga. Warna noraknya? Itu bonus.
Tanya jawab singkat
Apakah grip magnetik bisa dipakai di HP Android? Bisa, selama HP atau casingnya mendukung magnet MagSafe atau memakai cincin magnet tambahan, tetapi kekuatan tempelnya perlu dicek per model.
Apakah grip Hikawa tersedia resmi di Indonesia? Belum terkonfirmasi dalam artikel ini. Harga yang disebut adalah harga toko online Apple di AS.
Apakah grip tebal mengganggu pengisian nirkabel? Bisa, tergantung ketebalan dan posisi magnetnya, jadi periksa kompatibilitas pengisian nirkabel sebelum membeli.