IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

SAINS DAN ANTARIKSA

NASA Minta Perusahaan Swasta Selamatkan Hubble Sebelum 2032

NASA meminta perusahaan swasta mengajukan ide menaikkan orbit Hubble, memperbaikinya, atau menurunkannya secara terkendali. Tanggapan dibuka hingga 30 November 2026.

Oleh 02 NOV 2026 3 menit baca
Foto Teleskop Antariksa Hubble di orbit

NASA resmi membuka pintu bagi perusahaan swasta untuk menyelamatkan Teleskop Antariksa Hubble. Lewat Request for Information (RFI) yang diterbitkan 29 Oktober 2026 dan diumumkan 30 Oktober 2026, NASA bertanya kepada industri: mampukah kalian menaikkan orbit Hubble, memperbaikinya, atau menurunkannya dengan aman saat misinya berakhir?

RFI adalah permintaan informasi, bukan kontrak dan bukan janji pendanaan. NASA hanya mengumpulkan gambaran kemampuan industri, dan pengumuman resminya tidak menyebut perusahaan, wahana, maupun harga yang dipilih. Tanggapan dibuka hingga pukul 15.00 EST pada Senin, 30 November 2026.

Kenapa Hubble perlu diselamatkan sekarang

Hubble tidak punya sistem pendorong untuk menjaga orbitnya sendiri. Seperti semua wahana di orbit rendah Bumi, ketinggiannya perlahan turun karena gesekan atmosfer yang sangat tipis, dan NASA memperkirakan Hubble kemungkinan besar akan masuk kembali ke atmosfer pada 2033 sampai 2034 kalau tidak ada tindakan. Karena itu, NASA mengantisipasi misi apa pun harus terbang paling lambat 2032.

Usia Hubble membuat urgensi ini masuk akal. Teleskop yang diluncurkan pada 1990 ini sudah bekerja lebih dari 35 tahun, dikelola Goddard Space Flight Center, dan merupakan proyek kerja sama NASA dengan European Space Agency (ESA). Servis terakhir oleh astronaut pesawat ulang-alik terjadi pada 2009, dan sejak armada pesawat ulang-alik pensiun, tidak ada lagi wahana berawak yang bisa menjangkaunya dengan cara lama.

Tiga skenario yang ditanyakan NASA

Pertama, misi untuk menaikkan Hubble ke orbit yang lebih tinggi agar masa sainsnya lebih panjang. Kedua, misi servicing untuk meningkatkan kemampuan teleskop dan membuatnya lebih tahan terhadap penuaan. Ketiga, misi untuk melakukan re-entry terkendali atau pembuangan orbit di akhir misi.

Ketiganya sama-sama menuntut kehati-hatian. Wahana servicing harus bisa menangkap Hubble di orbit rendah Bumi tanpa merusaknya, dan itu bukan pekerjaan sepele untuk teleskop yang dirancang pada era servis astronaut, bukan era robotik otonom. Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan Hubble masih punya sains penting di depan, dan kalau ada cara inovatif dan hemat biaya untuk memperpanjang umur aset yang sudah mengorbit, NASA wajib menjajaki.

Ilustrasi diagram orbit rendah dan orbit tinggi untuk misi dorongan Hubble
Ilustrasi: diagram orbit yang lebih rendah dan orbit yang lebih tinggi di atas Bumi, bukan data resmi NASA.

Apa yang masih belum dipastikan

Liputan terhadap teks RFI menyebut target dorongan minimal 600 km serta analisis Juli 2026 yang memperkirakan peluang re-entry 10 persen pada September 2032 dan 50 persen pada Desember 2033. Angka-angka itu penting, tapi perlu dibedakan: pengumuman publik NASA sendiri hanya menyebut orbit yang lebih tinggi dan jendela 2033-2034, tanpa menyebut angka 600 km. Jadi, angka 600 km dan probabilitas itu dicantumkan di sini sebagai detail dari liputan RFI, bukan sebagai kutipan langsung dari pengumuman NASA.

Konteks lain juga perlu dijaga proporsinya. Pada 2022, NASA dan SpaceX pernah mempelajari gagasan menaikkan orbit Hubble lewat studi yang tidak didanai, dan gagasan itu tidak berujung pada misi yang disetujui. RFI 2026 adalah langkah baru yang lebih luas, karena terbuka bagi industri secara umum, tetapi tetap belum berarti NASA sudah memutuskan untuk membeli misi apa pun.

FAQ singkat

Apakah NASA sudah memilih perusahaan untuk menyelamatkan Hubble? Belum. Ini masih tahap pengumpulan informasi, bukan lelang kontrak.

Apakah Hubble akan jatuh dalam waktu dekat? Tidak menurut analisis NASA. Jendela re-entry yang diperkirakan adalah 2033-2034, tapi persiapan harus dimulai jauh sebelum itu.

Apa yang terjadi kalau tidak ada misi yang dipilih? Tanpa tindakan, Hubble pada akhirnya akan masuk atmosfer secara tidak terkendali, itulah alasan NASA juga meminta opsi pembuangan yang aman.

Sumber:

  • NASA Science, “NASA Explores Potential Commercial Servicing for Hubble Telescope”, 30 Oktober 2026, science.nasa.gov
  • The Verge, “NASA hopes the commercial space industry can help save Hubble”, 1 November 2026, theverge.com
  • Liputan RFI SAM.gov nomor 80GSFC27RFIHSTS, termasuk target dorongan dan analisis masa orbit yang dilaporkan media

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi