IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

KOMPUTER

OpenShot, Editor Video Gratis Open Source Tanpa Watermark

OpenShot adalah editor video gratis dan open source untuk Windows, Mac, dan Linux: tanpa watermark, tanpa akun, tanpa batas proyek. Ini fitur dan kekurangannya.

Oleh 03 NOV 2026 3 menit baca
Ilustrasi editor video desktop generik dengan layar pratinjau dan timeline multi-track.

OpenShot sudah ada sejak 2008, dibuat Jonathan Thomas karena ia ingin editor video gratis yang layak untuk Linux. Hampir dua dekade kemudian, janji itu masih sama: gratis, open source berlisensi GPL v3, tanpa watermark, tanpa akun, dan tanpa batas proyek. Versi 4.x rilisan 2026 adalah versi terbarunya, dan ini editor yang paling sering direkomendasikan buat pemula yang baru pertama kali menyentuh timeline.

  • Gratis sepenuhnya dan open source: tidak ada langganan, tidak ada tier berbayar, tidak ada watermark di ekspor apa pun.
  • Berjalan di Windows, Mac, dan Linux, sepenuhnya offline, tanpa perlu akun.
  • Track tanpa batas, lebih dari 400 transisi, animasi keyframe, dan ekspor sampai 4K.
  • Versi terbaru menambahkan perekaman layar, webcam, dan mikrofon langsung ke timeline, plus color grading dengan scopes.
  • Kelemahannya: proyek 4K yang berat masih bisa terasa lambat, dan tidak ada tombol bagikan langsung ke media sosial.

Apa itu OpenShot

OpenShot adalah editor video non-linear, artinya kamu bisa menaruh klip di mana saja di timeline tanpa mengubah file aslinya. Antarmukanya drag-and-drop, jadi potong, susun, dan beri judul bisa dilakukan tanpa menghafal banyak shortcut. Semua pekerjaanmu tersimpan lokal di perangkat, dan video jadi juga diekspor lokal, bukan diunggah ke server.

Fitur yang paling berguna

Timeline-nya mendukung track tanpa batas untuk video, audio, dan gambar, dengan snapping dan kontrol frame yang presisi. Animasinya memakai keyframe untuk posisi, skala, rotasi, opacity, volume, dan pengaturan efek, lengkap dengan kurva bezier. Efeknya mencakup chroma key untuk green screen, blur, penyesuaian brightness dan warna, plus lebih dari 400 pola transisi.

Dua tambahan terbaru yang paling terasa: Recording View yang merekam layar, webcam, mikrofon, dan audio sistem langsung menjadi klip terpisah di timeline, cocok buat tutorial dan screencast. Lalu color grading dengan color wheels, curves, LUT, histogram, waveform, dan vectorscope, plus isolasi subjek berbasis machine learning yang berjalan lokal. Untuk proyek berat, ada alur proxy Optimize Preview yang membuat pratinjau resolusi rendah di latar belakang supaya scrubbing tetap mulus tanpa mengubah kualitas ekspor akhir. Judul animasi 3D bisa dibuat lewat integrasi Blender, tapi Blender harus dipasang terpisah dulu.

Kekurangan yang perlu diketahui

Jujur saja, OpenShot bukan yang tercepat. Beberapa pengujian 2026 menyebut ekspor 4K lima track menuntut lebih banyak kesabaran dibanding Shotcut atau Kdenlive, terutama di sekitar efek dan pembaruan waveform. Pratinjau proyek 4K yang kompleks masih bisa lag kalau tidak diturunkan resolusi pratinjaunya. Tidak ada integrasi bagikan langsung ke YouTube atau TikTok, jadi video jadi harus disimpan lokal dulu baru diunggah manual. Dan satu hal yang membingungkan pemula: di Microsoft Store ada versi berbayar OpenShot. Itu aplikasi yang sama, bayarnya bersifat dukungan sukarela untuk pengembangan, jadi ambil installer EXE gratis dari situs resminya kalau tidak mau membayar.

Satu catatan jujur: langkah instal di artikel ini mengikuti dokumentasi resmi dan belum diuji sendiri di perangkat.

Putusan

OpenShot paling cocok buat pemula, pelajar, dan kreator yang baru pertama kali mengedit video, apalagi kalau kamu mau editor offline tanpa akun dan tanpa watermark. Kurang cocok buat kreator harian yang mengedit 4K berat setiap hari, atau yang butuh motion tracking dan color grading kelas profesional. Buat yang kedua itu, DaVinci Resolve versi gratisnya lebih tepat.

Tanya jawab singkat

Apakah OpenShot benar-benar gratis?
Ya, 100% gratis dan open source, tanpa watermark, tanpa akun.

Apakah bisa dipakai untuk video komersial?
Ya, lisensi GPL mengatur softwarenya, bukan videomu, dan tidak ada watermark di ekspor.

Apakah ada versi HP?
Tidak, OpenShot hanya untuk Windows, Mac, dan Linux.

Apakah perlu Blender?
Hanya kalau mau judul animasi 3D, selebihnya tidak.

Baca juga: Concat, Pengganti CapCut Gratis Tanpa Watermark dan Akun dan Convx, Pemutar Musik YouTube Gratis dengan Gaya Liquid Glass.

Sumber: situs resmi OpenShot (openshot.org), serta panduan dan pengujian 2026 dari TechJournal, OpenReplay, dan DirJournal.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Ilustrasi laptop dengan banyak aplikasi terbuka yang menggambarkan multitasking Windows 11 di RAM 8GB.
Komputer

Windows 11 Kini Lebih Enteng di PC RAM 8GB, Ini Buktinya

Microsoft mengklaim Windows 11 kini bisa menahan data aktif hingga 2GB lebih banyak di RAM dan membuat multitasking di PC 8GB sampai 40 persen lebih cepat. Angka itu hasil pengujian internal Microsoft, jadi hasil di laptop kamu bisa berbeda.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi