IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

GAME

Steam Tersendat, Game Indie Kehilangan Tanggal Rilisnya

Penerbit 2 Left Thumbs menyebut antrean review Steam yang dipenuhi game AI membuat Wheel Make It gagal meluncur sesuai jadwal. Valve belum mengonfirmasi bahwa antrean AI adalah penyebab keterlambatannya.

Oleh 04 NOV 2026 5 menit baca
Ilustrasi antrean panjang game indie menunggu review di toko game

Game indie Wheel Make It mengumpulkan lebih dari 11.000 wishlist di Steam, tapi saat akhirnya rilis, puncak pemain bersamaannya hanya 15 orang. Penerbitnya, 2 Left Thumbs, menyalahkan proses review Steam yang molor, dan menyebut antrean itu dihancurkan oleh “gelombang game AI asal jadi”. Valve belum mengonfirmasi tuduhan itu, dan itu pembeda penting dalam cerita ini.

Wheel Make It, buatan tlproductions, adalah game fisika tentang dua pemain yang berbagi kendali atas sebuah kursi roda. Game ini seharusnya meluncur 12 Oktober 2026, tapi baru rilis 1 November 2026, hampir tiga minggu terlambat.

Ringkasan cepat:

  • Wheel Make It direncanakan rilis 12 Oktober, disetujui Steam pada 23 Oktober, dan akhirnya dirilis 1 November 2026.
  • Penerbit menyebut dua penolakan review: mode co-op lokal yang dinilai sulit diakses, lalu pengaturan resolusi yang tidak bisa diakses dengan controller.
  • Penerbit mengklaim tidak bisa memasang tanggal rilis pengganti di halaman toko, sehingga game itu tetap berstatus segera hadir.
  • Puncak pemain bersamaan dilaporkan hanya 15 orang, meski wishlist-nya di atas 11.000.
  • Valve belum mengonfirmasi bahwa game AI menyebabkan keterlambatan ini, atau bahwa keterlambatan itu menyebabkan angka pemain yang rendah.

Kronologi yang diklaim penerbit

Menurut 2 Left Thumbs, masalahnya berlapis. Pengajuan pertama ditolak karena reviewer Steam tidak menemukan cara mengakses mode co-op lokal. Solusinya, menurut penerbit, ternyata sederhana: berbagi keyboard. Penolakan kedua datang 21 Oktober, karena pengaturan resolusi tidak bisa diakses memakai controller. Persetujuan akhirnya datang 23 Oktober, tapi saat itu rencana peluncuran aslinya sudah berantakan.

Tim itu kemudian menunda perilisan game yang sudah disetujui sampai 1 November, dengan harapan bisa membangun kembali momentum. Masalahnya, menurut mereka, Steam tidak mengizinkan mereka memasang tanggal baru di halaman toko. Tanpa tanggal yang jelas, pemain yang sudah wishlist sulit tahu kapan harus datang. Itu pukulan telak buat game indie, karena peluncuran indie sangat bergantung pada satu momen: semua orang datang bersamaan, Steam melihat lonjakan itu, dan visibilitas ikut naik.

Cerita ini bukan satu-satunya. Pengembang lain, Komi Games, dilaporkan mengajukan game Infested DX untuk review pada 9 Oktober, mendapat balasan 21 Oktober yang meminta perubahan kecil, lalu tidak mendapat tindak lanjut setelah perubahan itu langsung diperbaiki. Pola itu, kalau benar, menunjukkan antrean yang tidak sekadar lambat, tapi juga sulit diprediksi.

Di mana tuduhan AI masuk, dan di mana batasnya

2 Left Thumbs mengaitkan keterlambatan itu dengan banjir game berkualitas rendah buatan AI yang membanjiri antrean review, terutama di sekitar Steam Next Fest bulan Oktober, ajang demo Steam yang disebut memecahkan rekor dalam hal yang mengkhawatirkan. Penerbit juga mengklaim Steam sempat meyakinkan mereka bahwa melewatkan jadwal tidak akan merusak visibilitas peluncuran normal, klaim yang kini mereka ragukan setelah melihat angka pemainnya.

Di sinilah pembaca harus berhati-hati. Valve memang sudah mengakui ada masalah discovery, tapi jawaban publiknya berpusat pada perbaikan rekomendasi, bukan pelarangan alat AI. Dalam acara Steam Indie Connect pada 27 Oktober, anggota tim bisnis Steam Tom Giardino berkata Valve tidak ingin menjadi penjaga gerbang yang menentukan alat apa yang boleh dipakai pengembang. Aturan Steam yang ada mewajibkan pengungkapan konten AI yang ditemui pemain dan menundukkan konten itu pada review.

Dengan kata lain, ada tiga hal yang masih terpisah dan belum terbukti saling menyebabkan: antrean yang ramai, keterlambatan review Wheel Make It, dan angka pemain awal yang rendah. Angka 15 pemain bersamaan juga bukan angka penjualan, dan jam-jam pertama bukan prospek seumur hidup game itu. Game yang rilis pelan masih bisa tumbuh lewat mulut ke mulut, diskon, atau pembaruan.

Kenapa ini relevan buat pengembang Indonesia

Steam adalah etalase global yang juga dipakai pengembang Indonesia, dan masalah antrean seperti ini tidak mengenal batas negara. Peluncuran yang tertunda bukan sekadar soal tanggal di kalender: ia mengacaukan jadwal streamer, liputan media, dan kampanye wishlist yang sudah direncanakan berminggu-minggu.

Pelajaran praktisnya juga jelas. Pertama, ajukan review jauh lebih awal dari jadwal, dan jangan anggap 3–5 hari kerja sebagai jaminan, karena antrean manual bisa jauh lebih panjang. Kedua, uji semua pengaturan penting dengan controller, bukan cuma keyboard dan mouse, karena itu salah satu alasan penolakan Wheel Make It. Ketiga, siapkan rencana komunikasi cadangan — Discord, media sosial, dan halaman Steam itu sendiri — untuk kondisi tanggal di toko tidak bisa diubah sesuai rencana.

Putusan

Cerita Wheel Make It adalah peringatan, bukan vonis atas Steam. Bukti yang kuat adalah kronologi penolakan dan tanggal yang diklaim penerbit, plus keluhan serupa dari pengembang lain. Bukti yang masih lemah adalah klaim bahwa game AI adalah penyebab antrean, dan bahwa antrean itu adalah penyebab tunggal angka pemain yang rendah. Valve perlu menjawab dengan data — berapa lama antrean review sekarang, dan apa yang terjadi pada visibilitas game yang melewatkan tanggalnya — sebelum tuduhan itu bisa diperlakukan sebagai fakta.

Sampai saat itu, pengembang indie yang mau rilis di Steam sebaiknya merencanakan jadwal dengan kelonggaran yang jauh lebih besar dari biasanya.

Baca juga: GTA VI Butuh 212 GB, Siapkan Konsolmu Sebelum 10 November dan Arduview: Konsol Transparan Sekecil Kartu Kredit.

Sumber: PC Guide, “Indie game publisher blames Steam approval delay and ‘tidal wave of AI slop’ after its game peaks at 15 players” (pcguide.com); PowerUp Gaming, “Indie Publisher Says Steam’s AI-flooded Backlog Derailed Its Game’s Launch” (powerupgaming.co.uk); GamesRadar via Steam News, “Publisher shakes fist at Valve for delaying their game as it reaches just 15 players on Steam” (store.steampowered.com).

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi