Titanium menang untuk ketahanan benturan, keramik menang untuk ketahanan gores. Kalau kamu cuma boleh memilih satu pemenang untuk daya tahan Apple Watch secara keseluruhan, jawabannya adalah titanium, tapi dengan catatan yang tidak boleh dihilangkan.
Perbandingan ini berangkat dari Apple Watch Series 12, yang kembali menghadirkan keramik setelah sekian lama absen dari casing utama. Apple terakhir membuat casing Apple Watch yang utamanya keramik pada Series 5, jadi kembalinya keramik di Series 12 membuat pilihan material premium Apple terasa segar lagi.
Kenapa perbandingan ini tidak sesederhana “titanium selalu menang”
Di atas kertas, banyak orang mengira titanium unggul di semua sisi karena ia logam premium yang kuat. Kenyataannya, keramik lebih keras daripada titanium, sementara titanium lebih kuat secara keseluruhan. Keras dan kuat itu dua hal yang berbeda, dan perbedaan itu yang menentukan hasil akhirnya.
Keras berarti permukaan sulit tergores. Kuat berarti material bisa menahan benturan tanpa retak atau patah. Keramik unggul di poin pertama, titanium unggul di poin kedua. Karena itu, tidak ada satu material yang menang mutlak, yang ada adalah pemenang yang berbeda untuk pemakaian yang berbeda.
Satu hal yang menyamakan keduanya di Series 12: model keramik dan titanium sama-sama memakai kristal safir di bagian depan, menurut Engadget. Jadi perbedaan utama bukan di kaca layarnya, melainkan di casing-nya.
Keramik menang di ketahanan gores
Kalau prioritasmu adalah jam yang tetap terlihat mulus bertahun-tahun, keramik adalah pilihan yang lebih masuk akal. Material ini sangat tahan terhadap goresan permukaan, sehingga cocok untuk pemakaian kantor, acara formal, atau siapa pun yang paling terganggu oleh goresan halus yang menumpuk di casing.
Keramik yang dipakai untuk jam umumnya adalah zirconium dioxide, material non-logam yang dikenal sangat tahan gores. SlashGear mencatat versi Apple memakai campuran zirconia dan alumina, dan Apple memasarkannya sebagai empat kali lebih keras daripada stainless steel. Angka itu adalah klaim pemasaran Apple, bukan hasil pengujian UlasTekno, tapi arahnya konsisten: keramik memang dibuat untuk mempertahankan tampilan mengilapnya.
Kelemahannya justru datang dari kekerasan itu sendiri. Material yang sangat keras cenderung kurang lentur saat menerima benturan tajam. Sekali hantaman cukup keras dan terpusat, risiko retak pada keramik lebih besar daripada pada logam yang bisa menyerap benturan.
Titanium menang di ketahanan benturan dan bobot

Titanium adalah pilihan yang lebih aman buat kamu yang aktif, sering terburu-buru, atau bekerja di lingkungan yang kasar. Engadget menyebut toleransi titanium terhadap benturan tajam dan terpusat membuatnya lebih cocok untuk penggemar Apple Watch yang sangat aktif. Contohnya gamblang: tukang las akan jauh lebih cocok dengan titanium, sementara penata rambut kemungkinan besar baik-baik saja dengan keramik.
Bobot juga berpihak ke titanium. Angka yang dikutip Engadget adalah 44,9 gram untuk titanium, berbanding 51,3 gram untuk keramik. Selisih 6,4 gram mungkin terdengar kecil, tapi di pergelangan tangan yang dipakai seharian, termasuk saat tidur untuk pelacakan tidur, bobot yang lebih ringan terasa.
Titanium juga dikenal tahan korosi dan lebih ringan daripada baja, sambil tetap terasa premium. Kombinasi itu yang membuat Engadget menobatkannya sebagai pemenang keseluruhan: bukan karena ia tidak bisa tergores, melainkan karena keseimbangan antara ketahanan, bobot, dan pemakaian sehari-hari lebih masuk akal.
Harga dan posisi aluminium sebagai pembanding
Material tidak bisa dilepas dari harga. Berdasarkan laporan SlashGear, harga di Amerika Serikat dimulai dari 399 dolar AS untuk aluminium, 699 dolar AS untuk titanium, dan 899 dolar AS untuk keramik. Itu harga AS, bukan harga resmi Indonesia, jadi jangan menjadikannya patokan harga di toko Indonesia.
Aluminium tetap jadi opsi paling masuk akal buat kebanyakan orang. Engadget mencatat model aluminium 46 mm Series 12 berbobot 39,5 gram, lebih ringan daripada titanium dan keramik. Kelemahannya, aluminium lebih mudah penyok dan tergores secara kosmetik, dan layarnya bukan safir seperti model titanium dan keramik.
Meski begitu, semua varian Series 12 berbagi pengalaman inti yang sama, termasuk chip S11, sistem sensor kesehatan, dan fitur Readiness, menurut laporan-laporan Series 12. Jadi kalau yang kamu cari adalah fitur, bukan material, aluminium sudah cukup. Kalau yang kamu cari adalah rasa premium plus daya tahan, barulah titanium dan keramik masuk akal.
Jadi, mana yang sebaiknya kamu pilih?
- Pilih titanium kalau kamu aktif, sering membentur benda, bekerja di lingkungan kasar, atau mau jam yang paling seimbang antara kuat dan ringan.
- Pilih keramik kalau kamu paling peduli casing tetap mulus dan mengilap, pemakaianmu dominan di dalam ruangan, dan kamu tidak sering membenturkan jam ke benda keras.
- Pilih aluminium kalau kamu mau fitur Series 12 dengan harga paling rendah dan bobot paling ringan, dan kamu tidak keberatan casing lebih mudah menunjukkan bekas pakai.
Perlu diingat, tidak ada Apple Watch yang tidak bisa rusak. Engadget menutup perbandingannya dengan pengingat yang sama: jam apa pun bisa rusak kalau benturannya cukup parah. Casing pelindung bisa mengurangi risiko, tapi ia menambah tebal jam dan menutupi finishing premium yang justru jadi alasan kamu membayar lebih.
Kamu juga bisa membaca panduan Apple Watch lain di UlasTekno, misalnya soal AssistiveTouch di Apple Watch yang memungkinkan jam dikendalikan tanpa menyentuh layar, dan soal penyebab baterai AirPods cepat habis dan cara mengatasinya.
Putusan: titanium untuk daya tahan, keramik untuk penampilan
Kalau pertanyaannya adalah material mana yang paling tahan banting secara keseluruhan, jawabannya adalah titanium. Kalau pertanyaannya adalah material mana yang paling lama terlihat baru, jawabannya adalah keramik.
Pilih berdasarkan caramu memakai jam, bukan berdasarkan mana yang terdengar paling premium. Jam yang paling awet adalah jam yang materialnya cocok dengan hidupmu, bukan jam yang paling mahal di katalog.
Tanya jawab singkat
Apakah keramik lebih kuat daripada titanium?
Keramik lebih keras dan lebih tahan gores, tapi titanium lebih kuat secara keseluruhan karena lebih mampu menahan benturan.
Apakah model keramik dan titanium Series 12 memakai layar yang berbeda?
Tidak, menurut Engadget keduanya memakai kristal safir di bagian depan, sehingga pembedanya ada di casing.
Apakah harga 899 dolar AS untuk keramik berlaku di Indonesia?
Tidak. Angka itu adalah harga AS yang dikutip SlashGear, dan harga resmi Indonesia tidak dinyatakan dalam artikel ini.
Sumber: Engadget, “Ceramic vs Titanium Apple Watch: Which material is better for overall durability?”, 1 November 2026; SlashGear, “Aluminum Vs. Ceramic Vs. Titanium Apple Watch: What’s The Difference?”; The Apple Post, “Apple Watch Series 12 aluminum vs titanium vs ceramic”, 10 September 2026.