Apple akhirnya membuat Mac yang bisa disentuh. MacBook Pro dengan PROLED XDR Display adalah Mac pertama dengan layar sentuh, dan macOS 27 Golden Gate diubah supaya sistem yang selama ini dirancang untuk kursor juga nyaman dipakai jari. Sentuhan di sini bukan pengganti keyboard dan trackpad, melainkan input tambahan untuk momen tertentu, misalnya menggulir halaman, memperbesar foto, atau menggeser slide presentasi langsung di layar.
Ringkasan cepat:
- MacBook Pro baru ini adalah Mac pertama Apple dengan layar sentuh, dalam ukuran 14 inci dan 16 inci.
- Sensor sentuhnya menyatu dengan panel layar, bukan lapisan tambahan di atasnya, supaya latensinya lebih rendah.
- Tombol jendela membesar saat disentuh, menu membesar, dan gestur trackpad bisa dipakai di layar.
- Dynamic Island dari iPhone ikut hadir di Mac, lengkap dengan Spotlight dan Live Activities.
- Apple belum mengumumkan harga dan ketersediaan Indonesia untuk model ini di sumber yang dibuka.
Apa yang berubah di layar
Perubahan paling terasa ada di detail kecil yang selama ini luput dari perhatian. Tombol merah, kuning, dan hijau di sudut kiri jendela, yang biasa disebut traffic light, membesar saat kamu menyentuhnya, supaya target sentuhnya lebih gampang kena. Isi menu konteks di menu bar juga ikut membesar sedikit saat dipakai dengan sentuhan.
Aplikasi yang sudah dioptimalkan mendapat target sentuh yang lebih besar, meski tombolnya tidak selalu tampak lebih besar. Artinya, area yang bisa disentuh lebih lega daripada tampilan visualnya. Ini penting, karena jari jauh lebih lebar daripada kursor. Tanpa penyesuaian seperti ini, tombol yang dirancang untuk pointer presisi akan terasa terlalu kecil dan gampang meleset.
Apple juga mengubah cara layar merespons sentuhan di tingkat perangkat keras. Sensor sentuh dibangun langsung di dalam panel, bukan ditempel sebagai lapisan terpisah. Apple mengklaim cara ini menekan latensi, sehingga ketukan terasa seperti menyentuh kontennya langsung. Engselnya juga didesain ulang supaya layar lebih stabil saat ditekan, dan kamera memakai stabilisasi video saat kamu menyentuh layar di tengah panggilan video.
Gestur dari trackpad pindah ke layar
Kalau kamu sudah hafal gestur trackpad Mac, sebagian besarnya bisa langsung dipakai di layar. Gesek tiga jari ke atas membuka Mission Control, gesek tiga jari ke samping berpindah antar Spaces, cubit untuk memperbesar, dan usap untuk menggulir halaman web. Gestur sehari-hari juga berlaku: usap untuk menggulir, cubit untuk zoom foto, seret slide dari satu presentasi ke presentasi lain, ketuk dua kali untuk memenuhi layar, dan sentil jendela untuk menatanya berdampingan.
Pendekatan ini masuk akal karena Apple tidak memaksa pengguna belajar bahasa gestur baru. Bedanya, gestur yang dulu dilakukan di bawah keyboard kini dilakukan tepat di kontennya. Buat desainer, seluruh layar bisa jadi kanvas tanpa dibatasi luas trackpad. Buat musisi, instrumen software bisa dimainkan langsung di layar. Buat editor video di Final Cut Pro, sentuhan bisa dipakai menandai rentang klip, menaruh klip di tempatnya, dan mencubit untuk zoom di timeline.
Sentuhan sebagai input tambahan ini berbeda dengan cara Apple menangani kontrol tanpa sentuhan di perangkat lain, misalnya mengendalikan Apple Watch tanpa menyentuh layar lewat AssistiveTouch. Di Mac baru ini, sentuhan justru menambah satu cara lagi, bukan menggantikan cara lama.

Dynamic Island ikut pindah ke Mac
Dynamic Island, pulau kecil di atas layar iPhone, kini ada di MacBook Pro ini. Fungsinya mirip: tempat cepat untuk melihat dan mengendalikan informasi penting. Kamu bisa menjawab panggilan, mengendalikan musik, menerima permintaan AirDrop, atau menjeda lagu dengan satu ketukan di area itu.
Spotlight juga bisa diakses dari Dynamic Island, mirip cara iPhone menanganinya di iOS 27. Live Activities tampil di sana, jadi pembaruan dari aplikasi bisa dilihat sekilas tanpa membuka jendelanya. Buat pengguna iPhone, bagian ini akan terasa familiar. Buat pengguna Mac lama, ini adalah elemen antarmuka baru yang belum ada di model sebelumnya.
Buat developer dan aplikasi pro
Developer mendapat satu perubahan kerja yang konkret: simulator iOS kini bisa dinavigasi sepenuhnya dengan sentuhan di layar MacBook Pro baru. Sebelumnya, gestur sentuh harus direplikasi lewat trackpad. Sekarang, pengujian aplikasi iPhone dan iPad bisa dilakukan dengan cara yang lebih mendekati perangkat aslinya.
Apple menyebut banyak aplikasi yang sudah ada langsung bisa dipakai dengan sentuhan, karena macOS otomatis mengubah sentuhan menjadi klik. Aplikasi Apple sendiri sudah dioptimalkan, dan API gestur sistem yang diperbarui memungkinkan developer merancang pengalaman khusus untuk sentuhan.
Daftar aplikasi pihak ketiga yang disebut Apple meliputi Notion, Canva, Zoom, Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook, Adobe Lightroom dan DaVinci Resolve, Blender, Maxon Cinema 4D, Maxon ZBrush, dan Shapr3D, serta Algoriddim djay Pro. Catatan kakinya penting: aplikasi-aplikasi itu akan tersedia di tahun yang sama, jadi jangan menganggap semuanya sudah mendukung sentuhan penuh pada hari pertama penjualan.
Yang juga berubah di semua Mac macOS 27
Tidak semua perubahan hanya berlaku untuk MacBook Pro layar sentuh. Dua penyesuaian ikut sampai ke semua Mac yang menjalankan macOS 27: tarik untuk refresh di Safari, dan jarak antar item menu bar yang sedikit lebih lega. Dua hal kecil ini menunjukkan Apple tetap merapikan macOS secara umum, bukan hanya menambal satu model.
Di sisi lain, jangan berharap Mac lama berubah jadi layar sentuh hanya lewat pembaruan software. Apple hanya menyebut model baru ini untuk fitur sentuhan, dan sentuhan ini bergantung pada sensor di dalam panel PROLED XDR yang baru. Tanpa perangkat keras itu, tidak ada update macOS 27 yang bisa menambahkan sentuhan ke MacBook lama.
Harga dan ketersediaan: belum ada angka Indonesia
Di sumber yang dibuka, tidak ada harga atau tanggal ketersediaan Indonesia untuk MacBook Pro dengan PROLED XDR Display. Angka berikut bukan harga Indonesia, dan jangan dibaca sebagai harga Indonesia.
Macworld mencatat harga awal AS $2,899 untuk model 14 inci dan $3,399 untuk model 16 inci. Siaran pers Apple edisi Malaysia mencatat harga awal RM11,999 untuk model 14 inci dengan M5 Pro dan RM14,499 untuk model 16 inci dengan M5 Pro. Apple menyebut pre-order dibuka 30 Oktober di 30 negara dan wilayah, termasuk Malaysia, dengan ketersediaan mulai Jumat, 6 November 2026. Kutipan yang dibuka tidak menyebut Indonesia, jadi status Indonesia masih belum terkonfirmasi, bukan terkonfirmasi tidak tersedia.
Buat konteks perangkat kerasnya, layar PROLED XDR memakai teknologi tandem OLED dengan kecerahan puncak sampai 2.000 nits dan rasio kontras 10.000.000:1 menurut Apple. Chipnya M5 Pro atau M5 Max, dan baterainya diklaim sampai 24 jam. Klaim-klaim itu adalah klaim Apple dari siaran persnya, bukan hasil pengujian UlasTekno.
Yang masih belum terkonfirmasi
Bagian ini sengaja dipisah supaya tidak tercampur dengan fakta. Pertama, 9to5Mac melaporkan model layar sentuh ini akan dikirim dengan macOS 27.2, dengan optimasi sentuhan yang hanya berdampak pada pengguna PROLED XDR. Itu laporan 9to5Mac, bukan pernyataan yang dikutip dari siaran pers Apple yang dibuka di sini, jadi perlakukan sebagai laporan yang masih perlu dikonfirmasi Apple secara langsung.
Kedua, soal masa depan: karyawan Apple yang menjawab pertanyaan pers disebut berkata Apple “baru memulai” mengoptimalkan macOS untuk layar sentuh, seperti dilaporkan 9to5Mac mengutip Bloomberg. Perkiraan bahwa penyempurnaan lanjutan akan datang bersama macOS 28 tahun depan adalah ekspektasi dari laporan itu, bukan janji resmi Apple. Kalau kamu menunggu sentuhan Mac yang lebih matang, itu alasan untuk menunggu ulasan pemakaian nyata, bukan alasan untuk menganggap macOS 28 sudah pasti membawa perubahan tertentu.
Penutup
MacBook Pro layar sentuh ini menarik bukan karena Apple akhirnya ikut-ikutan laptop Windows, melainkan karena Apple mengubah macOS-nya dengan hati-hati: tombol membesar saat disentuh, gestur lama bisa dipakai di layar, dan keyboard serta trackpad tetap ada. Buat pengguna profesional yang sudah memakai iPhone dan iPad, sentuhan ini bisa mempercepat momen-momen kecil, seperti menandai klip atau menggeser desain. Buat pengguna Mac biasa, ini belum jadi alasan untuk ganti laptop, apalagi harga dan ketersediaan Indonesianya belum terkonfirmasi.
Kalau kamu sedang membandingkan laptop secara umum, baca juga pilihan laptop 2026 yang pernah dibahas UlasTekno. Kalau model layar sentuh ini akhirnya resmi masuk Indonesia, bagian harga dan ketersediaan artikel ini wajib diperbarui dengan angka resmi Indonesia, bukan konversi dari harga AS atau Malaysia.
Tanya jawab singkat
Apakah semua Mac dengan macOS 27 jadi layar sentuh? Tidak. Sentuhan hanya ada di MacBook Pro dengan PROLED XDR Display yang baru, karena sensornya ada di panel itu.
Apakah keyboard dan trackpad masih bisa dipakai? Ya. Sentuhan adalah input tambahan, bukan pengganti.
Apakah aplikasi lama langsung bisa disentuh? Banyak aplikasi langsung merespons karena macOS mengubah sentuhan menjadi klik, tapi pengalaman sentuhan penuh tergantung optimasi tiap aplikasi.
Apakah model ini sudah dijual resmi di Indonesia? Belum ada konfirmasi di sumber yang dibuka. Harga AS dan Malaysia di atas bukan harga Indonesia.
Kapan model ini mulai tersedia menurut Apple? Apple menyebut ketersediaan mulai Jumat, 6 November 2026, setelah pre-order dibuka 30 Oktober 2026.
Sumber: Apple Newsroom, “Apple unveils groundbreaking MacBook Pro with PROLED XDR Display”, 29 Oktober 2026; 9to5Mac, “Here’s how the new MacBook Pro and macOS 27 are optimized for touch”, 31 Oktober 2026; Macworld, “Apple’s new MacBook Pro with PROLED XDR Display: 5 top features”, 28 Oktober 2026; 9to5Mac, “Apple says it’s ‘only getting started’ updating macOS for touchscreens”, 29 Oktober 2026.