IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

CELAH KEAMANAN

Freezer Supermarket Eropa Diretas Lagi, Suhu Naik Sampai 50°C

Gelombang baru serangan freezer supermarket Eropa menaikkan suhu sampai 50°C. Ini yang terkonfirmasi, yang masih simpang siur, dan pelajaran IoT-nya di Indonesia.

Oleh 02 NOV 2026 7 menit baca
Deretan produk makanan beku di supermarket.

Freezer dan kulkas supermarket di Belgia, Luksemburg, Swedia, dan Estonia mendadak memanas dalam semalam pada Senin, 2 November 2026. Sejumlah toko melaporkan suhu yang melonjak sampai sekitar 50°C, makanan harus dibuang, dan setidaknya satu jaringan menyebut insiden itu sebagai serangan siber. Ini gelombang kedua dalam tiga minggu setelah serangan serupa menghantam ratusan toko di Prancis pada Oktober.

Yang membuat kasus ini penting bukan cuma makanan yang rusak. Perangkat pendingin ini adalah contoh klasik teknologi operasional yang terhubung ke internet: begitu panel kendalinya bisa dijangkau dari luar, kerusakan tidak lagi berhenti di layar komputer, tapi langsung merusak barang fisik di toko.

Apa yang terkonfirmasi pada 2 November

Ahold Delhaize dan Colruyt melaporkan insiden TI semalam yang memengaruhi kulkas dan freezer di puluhan toko di Belgia dan Luksemburg. Di Swedia, jaringan ICA dan Coop melaporkan lonjakan suhu serupa. Di Estonia, penyedia teknologi Kitman Coldtech menyebut satu jaringan supermarket terdampak dengan suhu disetel ke 50°C, tanpa menyebut nama jaringan itu.

Di Belgia, Stephan Moelans, CEO perusahaan refrigerasi Sabcobel yang mengelola sistem Delhaize, mengatakan kepada kantor berita Belga bahwa peretas mengalihkan evaporator unit pendingin ke mode defrost. Mode defrost adalah fungsi normal yang melelehkan bunga es di evaporator, tapi dalam insiden ini fungsi itu diduga dipicu terus-menerus dari jarak jauh sehingga unit justru memanas, bukan mendinginkan.

Colruyt Group, yang mengoperasikan toko Spar di Belgia lewat sistem waralaba, menyebut lima tokonya diserang pada sistem kulkasnya. Surat kabar Belgia Le Soir melaporkan puluhan toko Delhaize dan Carrefour terdampak, dan Delhaize disebut memiliki sekitar 40 toko yang terdampak di Belgia — angka ini berasal dari laporan media, bukan pernyataan resmi perusahaan yang dikutip dalam sumber yang diperiksa.

Di Swedia, toko ICA Kvantum di Sjöbo menulis di Facebook bahwa kulkas dan freezernya diretas dan suhunya disetel ke 50°C. Di toko ICA Baronen di Stockholm, pengumuman toko menyebut semua freezer rusak karena serangan siber, dengan serangan terjadi sekitar pukul 02.00 dan baru disadari pukul 05.30. Coop menyebut enam tokonya di Swedia tengah mengalami masalah serupa. Kepala pusat keamanan siber nasional Swedia, John Billow, mengatakan kepada Reuters bahwa timnya menangani beberapa insiden terkait sistem refrigerasi di toko kelontong di seluruh Swedia.

Pelajaran yang lebih luas dari kasus seperti ini sudah dibahas UlasTekno sebelumnya, misalnya bagaimana malware modern menilai korbannya sebelum menyerang, dalam artikel Malware Volta Pakai AI untuk Menilai Korban, Ini yang Dicuri. Bedanya, di kasus freezer ini, targetnya bukan laptop atau server, melainkan mesin yang menjaga makanan tetap dingin.

Pola yang sama dengan serangan Prancis

Insiden ini mengikuti serangan pada malam 11–12 Oktober 2026 di Prancis, ketika ratusan supermarket melaporkan sistem pendinginnya diambil alih. Jaringan yang disebut dalam laporan saat itu antara lain Intermarché, Carrefour, Monoprix, dan Coopérative U. Suhu dilaporkan naik sampai sekitar 50°C, dan ada laporan tentang kebakaran serta makanan yang terbuang. Kepolisian Prancis disebut menyelidiki kasus tersebut.

Untuk insiden Prancis, tim tanggap darurat Prancis CERT-FR melaporkan banyak kompromi pada kontroler Danfoss seri AK-SM dan AK-SC, lalu memperbarui peringatannya untuk mencakup sistem Copeland xweb dan Dixell xweb. Panduan CERT-FR untuk operator adalah: hapus paparan langsung kontroler ke internet, kembalikan akses jarak jauh hanya lewat VPN atau jaringan yang dilindungi, periksa seluruh konfigurasi terutama jadwal defrost, terapkan patch pabrikan, dan ganti kata sandi default.

Penting untuk tidak mencampur dua gelombang ini. Temuan CERT-FR soal merek kontroler tersebut menyangkut insiden Prancis. Untuk gelombang 2 November di Belgia, Swedia, Luksemburg, dan Estonia, merek kontroler dan titik masuk yang dipakai peretas belum terkonfirmasi dalam sumber yang diperiksa. Kesamaan polanya — suhu melonjak semalam dan mode defrost yang diduga dipicu — memang kuat, tapi kesamaan pola bukan bukti bahwa peralatan atau pelakunya sama.

Apa yang masih belum terkonfirmasi

Pertama, siapa pelakunya. Otoritas belum menunjuk pihak tertentu, dan tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden Oktober maupun November. Kedua, angka suhu tertinggi. Sebagian besar laporan menyebut 50°C, tapi konsultan keamanan siber Emil Olofsson dari Integrity 360 mengatakan kepada kantor berita Swedia TT bahwa suhu di beberapa kasus mencapai 80°C dan beberapa unit terbakar — angka yang dinyatakan berbeda dengan angka polisi. Artikel ini memakai 50°C sebagai angka yang paling banyak dilaporkan, dan mencatat klaim 80°C sebagai klaim satu sumber yang belum selaras dengan angka resmi.

Ketiga, status tiap jaringan tidak seragam. Sebagian toko dan perusahaan menyebut serangan siber secara eksplisit, sementara ICA dan Coop dalam laporan AFP disebut belum memiliki informasi langsung bahwa sistem mereka diserang siber, meski mengakui gangguan pada sistem pendinginnya. Ahold Delhaize sendiri menyebut insiden TI dan masih menyelidiki, dan laporan terpisah soal insiden keamanan siber Ahold ke polisi Belanda pada Oktober tidak dikaitkan dengan insiden Senin ini dalam sumber yang diperiksa.

Keempat, soal kerentanan teknis. Penelitian Claroty sebelumnya menemukan kelemahan pada kontroler Danfoss AK-SM 800A yang masih didukung, dan Danfoss merilis firmware perbaikan. Namun baik Danfoss maupun otoritas Prancis tidak mengaitkan temuan spesifik itu sebagai titik masuk serangan Prancis, dan model lama seperti AK-SM 800 yang dukungannya berakhir Mei 2021 serta AK-SC 355 yang dihentikan sejak 2016 memang tidak lagi menerima patch. Jadi, menyebut satu CVE atau satu celah sebagai penyebab pasti gelombang November adalah klaim yang belum bisa dipertahankan.

Kenapa pembaca Indonesia perlu peduli

Insiden ini terjadi di Eropa dan tidak ada laporan toko Indonesia yang terdampak dalam sumber yang diperiksa, jadi artikel ini tidak mengklaim dampak langsung di Indonesia. Relevansinya ada di pola yang sama: ritel modern, gudang dingin, restoran, dan rumah sakit di Indonesia juga memakai pendingin dan sensor yang dipantau dari jarak jauh. Begitu panel kendali memakai kata sandi default, terekspos ke internet publik, atau dijalankan di perangkat yang sudah tidak didukung, risikonya bukan lagi sekadar data bocor, tapi stok rusak, operasional berhenti, dan makanan yang tidak lagi aman dijual.

Prinsip pertahanan yang disarankan CERT-FR bisa diterjemahkan ke checklist praktis: jangan biarkan panel kendali pendingin, kamera, atau perangkat IoT lain bisa diakses langsung dari internet; pakai VPN atau jaringan manajemen yang dilindungi untuk teknisi jarak jauh; ganti kata sandi default dan cabut akun teknisi lama; pastikan patch terpasang pada perangkat yang masih didukung, dan rencanakan penggantian perangkat yang sudah end-of-life; aktifkan alarm suhu yang benar-benar membangunkan orang, bukan cuma tercatat di dashboard, karena dalam kasus ini kerusakan terjadi semalaman saat toko kosong. Detail soal kunci dan akses yang disusupi juga relevan dengan praktik dasar yang dibahas dalam artikel Ekstensi Claude Code di Cursor Disusupi, Cek Kunci SSH Kamu: akses jarak jauh yang longgar adalah pintu yang sama, apa pun perangkatnya.

Penutup

Gelombang kedua ini menunjukkan bahwa peringatan setelah serangan Prancis belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan. Selama kontroler pendingin masih terekspos ke internet dan jadwal defrost bisa diubah dari jarak jauh tanpa pengaman yang memadai, serangan murah yang sama bisa diulang di negara lain — termasuk di rantai pasok yang tidak pernah mengira freezernya adalah target siber.

Tanya jawab singkat

  • Apakah toko Indonesia sudah terdampak? Tidak ada laporan seperti itu dalam sumber yang diperiksa; insiden yang terkonfirmasi ada di Eropa.
  • Apakah pelakunya sudah diketahui? Belum; tidak ada klaim tanggung jawab dan otoritas belum menunjuk pelaku.
  • Apakah semua toko memakai peralatan yang sama? Belum terkonfirmasi untuk gelombang November; temuan merek kontroler CERT-FR menyangkut insiden Prancis.
  • Apa langkah pertama untuk operator pendingin? Hapus paparan internet langsung dan kembalikan akses jarak jauh lewat jaringan yang dilindungi, lalu periksa jadwal defrost dan kata sandi.

Sumber: Reuters (disindikasikan 2 November 2026); Neowin, “Europe supermarket freezers cyberattack hits Belgium, Netherlands, Sweden, Luxembourg” (2 November 2026); SecurityAffairs, “Another fridge cyberattack hits European supermarkets, this time in Belgium, Luxembourg, Sweden and Estonia” (2 November 2026); laporan CERT-FR soal insiden Prancis Oktober 2026 sebagaimana dirangkum sumber-sumber di atas.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi