Squarespace memangkas sekitar 19% tenaga kerja globalnya, atau sekitar 300 karyawan, dalam restrukturisasi perusahaan. Perusahaan menyebut langkah ini untuk menyederhanakan operasi, mempertajam prioritas, dan bergerak lebih cepat menuju fase pertumbuhan berikutnya. Bagi pemilik situs, kabar ini penting dipahami apa adanya: ini PHK besar, bukan pengumuman penutupan layanan.
Apa yang dikonfirmasi Squarespace?
Konfirmasi datang dari juru bicara Squarespace, Jeff Seedman, kepada TechCrunch, setelah The Verge pertama kali melaporkan PHK ini. Pernyataan yang dikutip berbunyi, perubahan ini dimaksudkan untuk menyederhanakan cara perusahaan beroperasi, mempertajam prioritas, dan memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat saat memposisikan Squarespace untuk fase pertumbuhan berikutnya.
Dua angka yang dikonfirmasi dalam laporan itu adalah “sekitar 19%” dan “sekitar 300 karyawan”. Laporan The Verge yang dikutip media lain juga menyebut total sekitar 1.800 karyawan. Angka-angka ini sebaiknya dibaca sebagai perkiraan perusahaan, bukan hasil hitung yang presisi, karena 19% dari 1.800 secara matematis tidak persis sama dengan 300. Yang pasti dari sumbernya: skalanya ratusan orang, bukan puluhan.
Soal pesangon, laporan The Verge menyebut karyawan terdampak mendapat 16 minggu gaji pokok dan tunjangan kesehatan sampai Mei 2027. Detail ini berasal dari laporan The Verge, bukan dari kutipan pernyataan Squarespace di TechCrunch, jadi posisinya tetap sebagai laporan media, bukan dokumen resmi perusahaan yang dipublikasikan penuh.
Kenapa ini terjadi di tengah booming AI?
TechCrunch menempatkan PHK ini dalam perubahan besar industri pembuat situs. Dalam beberapa tahun terakhir, pembuat situs berbasis AI, yang sering disebut vibe-coding, memungkinkan orang membuat desain depan situs hanya dari perintah sederhana. Akibatnya, membuat situs butuh jauh lebih sedikit usaha manual dibanding dulu.
Konteks persaingan yang dikutip TechCrunch antara lain: Wix membeli Base44 seharga 80 juta dolar AS tahun lalu, Lovable menggalang pendanaan Seri C 400 juta dolar AS pada Agustus dengan valuasi 13,3 miliar dolar AS, dan Google meluncurkan Stitch, fitur untuk menghasilkan desain antarmuka dengan cepat. Ini adalah konteks industri dari TechCrunch, bukan klaim Squarespace bahwa satu pesaing tertentu menyebabkan PHK ini.
Squarespace sendiri bukan pendatang baru di AI. Perusahaan meluncurkan alat AI bernama Blueprint pada 2024, dan belakangan mengumumkan Forma, platform AI-native yang masih dalam tahap daftar tunggu. TechCrunch sempat mengoreksi versi awal laporannya yang keliru menyebut Squarespace belum meluncurkan alat AI, dan versi yang diperbarui sudah memperbaikinya. Jadi, narasi yang akurat bukan “Squarespace tertinggal lalu panik”, melainkan perusahaan lama yang sedang menata ulang organisasinya sambil mendorong produk AI baru.
Sejarah singkatnya juga relevan. Squarespace didirikan pada 2004, melantai di bursa pada 2021 dengan valuasi 10 miliar dolar AS, lalu kembali menjadi perusahaan privat lewat kesepakatan ekuitas swasta senilai 7 miliar dolar AS pada 2024. PHK kali ini terjadi sekitar dua tahun setelah dorongan besar AI perusahaan dan akuisisi oleh Permira, menurut laporan The Verge.
Apa dampaknya bagi pemilik situs di Indonesia?
Sampai laporan ini ditulis, tidak ada pengumuman penutupan layanan, perubahan harga, atau penghentian fitur Squarespace yang menyertai PHK ini di sumber yang diverifikasi. Itu hal yang wajib ditegaskan, karena PHK sering disalahartikan sebagai tanda layanan akan tutup. Pemilik situs yang memakai Squarespace, termasuk kreator dan pelaku usaha di Indonesia yang memakai platform global ini, tidak perlu panik, tapi tetap perlu memantau pengumuman resmi berikutnya, terutama soal dukungan pelanggan dan peta jalan produk Forma.
Risiko yang lebih realistis bersifat tidak langsung: restrukturisasi besar bisa memengaruhi kecepatan pengembangan fitur, kualitas dukungan, dan prioritas produk dalam beberapa bulan ke depan. Bagi yang sedang mempertimbangkan platform baru, kabar ini bukan alasan otomatis untuk pindah, tapi menjadi alasan untuk memastikan cadangan situs, domain, dan data penting tersimpan di luar satu platform saja. Prinsip yang sama berlaku di tengah perdebatan AI dan kreator: jangan bergantung penuh pada satu perusahaan tanpa rencana cadangan.
Putusan
PHK 19% di Squarespace adalah sinyal restrukturisasi di industri pembuat situs yang sedang berubah cepat karena AI, bukan bukti layanan akan tutup besok. Yang sudah terkonfirmasi adalah skala PHK dan alasan resminya, sedangkan dampak ke produk, dukungan, dan karyawan per divisi masih belum dirinci secara publik. Untuk pembaca UlasTekno, langkah paling masuk akal adalah tetap memakai layanan seperti biasa sambil mengamankan cadangan situs dan menunggu pengumuman resmi Squarespace berikutnya.
FAQ singkat
- Apakah Squarespace tutup? Tidak ada pengumuman penutupan layanan di sumber yang diverifikasi; yang diumumkan adalah PHK dan restrukturisasi.
- Berapa orang yang terdampak? Sekitar 300 orang, atau sekitar 19% tenaga kerja global, menurut pernyataan perusahaan.
- Apakah PHK ini karena AI? Perusahaan menyebut penyederhanaan operasi dan prioritas, sementara TechCrunch menempatkannya dalam konteks persaingan pembuat situs AI; hubungan sebab-akibat langsung tidak dinyatakan secara eksplisit oleh perusahaan.
Sumber: TechCrunch, “Web host Squarespace lays off 19% of its employees”, 2 Nov 2026; The Verge report via Techie Mag, “Squarespace is laying off 19 percent of employees”, 2 Nov 2026, for the 1,800 headcount figure and reported 16-week severance.