IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

AGEN AI

Agen AI Diblokir Situs Belanja, Ini Penyebabnya

Amazon memblokir agen AI Muse, Walmart menyebut kegagalannya berasal dari verifikasi manusia. Kenali beda blokir sengaja dan gagal verifikasi, serta dampaknya.

Oleh 03 NOV 2026 7 menit baca
Ilustrasi agen AI yang terhalang verifikasi saat mencoba menyelesaikan belanja online.

Agen AI yang kamu suruh belanja belum tentu bisa menyelesaikan belanja itu. Di beberapa situs besar, agen tersebut mentok di verifikasi manusia, ditolak karena aturan situs, atau memang sengaja diblokir. Masalahnya bukan selalu agennya bodoh. Sering kali, situsnya memang belum sepakat untuk dilayani oleh agen.

Contoh paling ramai datang dari Muse, agen personal buatan Meta. Agen ini dirancang bukan cuma menjawab pertanyaan, tapi juga mengerjakan tugas: belanja, memesan, sampai mengurus perjalanan atas nama pengguna. Laporan Engadget pada 2 November 2026 merangkum kenapa agen seperti ini bisa gagal di tengah jalan, dari Amazon sampai Walmart.

Apa yang sebenarnya terjadi

Amazon disebut paling tegas. Menurut laporan TechCrunch yang dikutip Engadget, Amazon sengaja memblokir Muse dari berbelanja di situsnya. Alasannya menyangkut aturan akses, risiko data pelanggan, dan cara agen itu beroperasi.

Walmart punya cerita berbeda, padahal Walmart adalah salah satu mitra ritel Muse. Walmart menyebut kegagalan belanja bukan blokir sengaja, melainkan efek samping dari pemeriksaan verifikasi manusia. Kalau agen gagal melewati pemeriksaan itu di tengah sesi, sesi belanjanya bisa terputus.

Zillow juga mengakui hal serupa dari sisi lain. Pertahanan anti-scraping miliknya kadang ikut menangkap agen yang sebenarnya diizinkan. Dari sudut pandang pengguna, hasilnya sama: agen berhenti, dan kamu akhirnya mengerjakan sendiri tugas yang tadi mau didelegasikan.

Blokir sengaja bukan satu-satunya penyebab gagal

Ada tiga pola yang perlu dibedakan, karena solusinya berbeda:

  • Blokir sengaja karena kebijakan. Situs memutuskan tidak menerima agen tertentu, misalnya karena tidak ada kerja sama resmi atau karena agen dinilai melanggar syarat penggunaan.
  • Gagal verifikasi manusia. Situs tidak bermaksud memblokir, tapi sistem CAPTCHA atau tombol verifikasi manusia tidak bisa dilewati agen dengan mulus.
  • Aturan platform yang ikut menahan agen. Pengaturan anti-bot di tingkat infrastruktur bisa memblokir agen di halaman tertentu, meski pemilik situs tidak berniat menolak asisten belanja.

Kasus Delta menunjukkan kenapa asumsi cepat bisa keliru. Delta mengatakan kepada TechCrunch bahwa tidak ada integrasi yang memungkinkan agen pihak ketiga memesan penerbangan lewat situsnya, tapi Delta tidak mengonfirmasi apakah mereka sengaja memblokir agen tertentu. Tidak ada integrasi belum tentu sama dengan blokir aktif.

Kenapa situs menolak agen AI

Alasan pertama adalah uang dan keamanan. Dalam panggilan laporan keuangan JPMorgan Chase pada Oktober 2026, CFO Jeremy Barnum menyebut beberapa agen memakai kredensial login bersama dan screen scraping untuk memindahkan dana. Screen scraping di sini berarti agen membaca tampilan situs seolah-olah pengguna, bukan lewat jalur resmi. Barnum menyebut cara itu tidak aman, dan bank memblokirnya bila memungkinkan. Ia juga mengingatkan, pelanggan yang menyerahkan kredensial bisa ikut bertanggung jawab bila agen melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Bayangkan bedanya dengan pesanan belanja yang salah. Pesanan yang salah itu menyebalkan, tapi masih bisa dibatalkan. Transfer bank yang tidak sah jauh lebih sulit dibereskan. Itu sebabnya situs yang menangani pembayaran cenderung jauh lebih ketat daripada situs yang hanya menampilkan informasi.

Alasan kedua adalah kontrol komersial. Perjanjian pengguna eBay melarang agen beli-atas-nama yang tidak sah, kecuali perusahaan memberi izin. Amazon juga bersengketa dengan Perplexity soal browser AI Comet. Amazon menilai agen itu melanggar aturan akses dan membahayakan data pelanggan, sementara Perplexity berpendapat pengguna sudah memberi wewenang. Pengadilan banding federal membatalkan perintah awal terhadap Perplexity pada Agustus 2026, tapi sengketa intinya masih belum selesai.

Ada juga ironi yang dicatat Engadget: Amazon sendiri punya fitur Buy for Me yang bisa membeli produk dari situs merek lain. Jadi perdebatan ini bukan cuma soal boleh atau tidaknya agen belanja, tapi juga soal siapa yang mengendalikan jalur belanja itu.

Kasus agen AI lain di UlasTekno menunjukkan risikonya nyata di sisi pengguna. Artikel tentang agen AI yang memesan ratusan order DoorDash adalah contoh kenapa izin, batas belanja, dan konfirmasi sebelum bayar tidak bisa dianggap sepele.

Cloudflare mengubah aturan main

Sebagian blokir tidak datang dari situs itu sendiri, tapi dari lapisan infrastruktur. Cloudflare kini membedakan tiga jenis lalu lintas otomatis: Search untuk perayap pencarian, Training untuk bot pelatihan AI, dan Agent untuk agen yang bertindak atas nama pengguna secara real time.

Sejak 15 September 2026, domain baru yang memakai Cloudflare secara default mengizinkan perayap pencarian, tapi memblokir bot pelatihan dan agen di halaman yang menampilkan iklan. Pemilik situs bisa mengubah aturan itu. Artinya, situs yang memblokir bot pelatihan belum tentu menolak asisten belanja. Keduanya bisa terlihat sama dari luar, padahal kebijakannya berbeda.

Pendekatan yang lebih terkontrol juga mulai muncul. Shopify, misalnya, menyediakan alat checkout yang memungkinkan agen browser yang kompatibel memperbarui detail checkout dan mengirim pesanan setelah pembeli mengonfirmasi, lalu mengembalikan kendali ke pembeli untuk langkah autentikasi yang wajib. Pola ini penting: agen boleh membantu, tapi langkah sensitif tetap di tangan manusia.

Arah yang sama terlihat dari upaya standar terbuka yang dilaporkan TechCrunch, melibatkan Meta, Walmart, Stripe, dan sejumlah perusahaan lain. Tujuannya adalah membedakan bot yang sah dan diberi wewenang pengguna dari bot spam. Standar itu masih dalam pengerjaan, bukan solusi yang sudah berlaku merata hari ini.

Topik ini juga nyambung dengan perdebatan yang lebih luas soal satu baris kode untuk menolak AI. Bedanya, artikel itu membahas penolakan terhadap perayap dan pelatihan AI, sedangkan artikel ini membahas agen yang mencoba bertransaksi atas nama kamu.

Dampaknya buat pembaca di Indonesia

Perlu ditegaskan dulu: kasus Amazon, Walmart, Delta, dan Zillow di atas adalah kasus di luar negeri, dan Muse dilaporkan meluncur pada 8 September 2026 untuk Amerika Serikat, lalu Kanada. Artikel ini bukan berarti Muse sudah tersedia resmi di Indonesia, dan harga atau ketersediaan luar negeri di sini tidak boleh dibaca sebagai harga atau ketersediaan Indonesia.

Implikasinya buat pembaca Indonesia tetap jelas. Pertama, jangan menyerahkan kredensial login dan akses pembayaran ke agen mana pun tanpa memahami batas dan riwayat aksinya. Kedua, kalau agen gagal checkout, jangan langsung menyimpulkan situsnya membenci AI. Bisa jadi itu blokir sengaja, bisa jadi verifikasi manusia yang gagal, dan bisa jadi aturan anti-bot yang terlalu luas.

Ketiga, situs dan toko online Indonesia akan menghadapi pilihan yang sama: menerima agen lewat jalur resmi dengan konfirmasi pengguna, atau menutup pintu dan memaksa pengguna kembali belanja manual. Keputusan itu akan menentukan apakah agen belanja terasa membantu atau justru menambah pekerjaan.

Yang masih belum jelas

Beberapa hal belum bisa dipastikan dari laporan yang ada. Walmart belum mengonfirmasi bahwa verifikasi manusia menjelaskan semua kegagalan yang dilaporkan. Delta belum mengonfirmasi blokir terhadap agen tertentu. Sengketa Amazon dan Perplexity masih berjalan meski perintah awalnya sudah dibatalkan.

Standar terbuka untuk agen belanja juga belum final dan belum berlaku merata. Sampai ada jalur resmi yang jelas, agen belanja akan tetap berada di wilayah abu-abu: diizinkan di sebagian situs, ditolak di situs lain, dan tersangkut verifikasi di situs yang sebenarnya tidak menolaknya.

Tanya jawab singkat

Apakah semua agen AI diblokir situs belanja? Tidak. Ada blokir sengaja, ada kegagalan verifikasi, dan ada pendekatan terkontrol seperti alat checkout Shopify yang tetap meminta konfirmasi pembeli.

Kenapa agen gagal padahal situsnya mitra agen itu? Karena verifikasi manusia dan pertahanan anti-scraping bisa ikut menghentikan agen, meski situsnya tidak berniat memblokir.

Apakah aman memberi kredensial ke agen belanja? Berisiko, terutama untuk pembayaran. JPMorgan memperingatkan soal kredensial bersama dan screen scraping, jadi pakai jalur resmi dan konfirmasi manual untuk transaksi penting.

Apakah Muse sudah bisa dipakai di Indonesia? Berdasarkan laporan yang dirujuk artikel ini, Muse diluncurkan untuk Amerika Serikat dan kemudian Kanada. Tidak ada konfirmasi peluncuran resmi Indonesia dalam sumber-sumber ini.

Penutup

Agen AI belanja sedang menabrak tembok yang bukan cuma teknis, tapi juga soal kepercayaan, keamanan, dan kontrol bisnis. Situs berhak menentukan siapa yang boleh bertransaksi di halamannya, dan pengguna berhak tahu kenapa agennya gagal: apakah ditolak, tersangkut verifikasi, atau memang belum punya jalur resmi.

Buat kamu, patokan praktisnya sederhana. Pakai agen untuk riset dan perbandingan dulu, tapi untuk pembayaran, tetap lewat jalur resmi dan konfirmasi sendiri. Sampai standar agen belanja benar-benar jalan, langkah manual itu bukan kegagalan teknologi, melainkan pengaman yang masih perlu.

Sumber: Engadget, “Why some websites are blocking AI agents from accessing the web”, 2 November 2026 — https://www.engadget.com/2300357/websites-blocking-ai-agents-from-web/ ; TechCrunch, “The next hurdle for AI agents: getting websites to let them in”, 6 October 2026, as reported and cited by Engadget — https://techcrunch.com/2026/10/06/the-next-hurdle-for-ai-agents-getting-websites-to-let-them-in/ ; Cloudflare September 2026 AI bot policy defaults, corroborated by secondary reporting on the 15 September 2026 change separating Search, Training, and Agent traffic.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Taksi bermerek Uber di jalan kota.
Agen AI

Uber Cuma Layani 4 Perjalanan dari Agen AI, Kenapa?

Uber hanya memenuhi 4 perjalanan yang dipesan lewat agen AI pihak ketiga, menurut pengungkapan di laporan kuartal III 2026. Angkanya kecil, tapi justru itu yang menarik: agen AI belum menggantikan aplikasi.

Ilustrasi tim agen AI di layar komputer desktop
Agen AI

OpenBot: Tim Agen AI Codex, Claude, dan Gemini di PC Sendiri

OpenBot adalah aplikasi desktop gratis yang menjalankan tim agen AI seperti Codex, Claude Code, Gemini, dan Grok di komputer sendiri, memakai paket AI yang sudah kamu bayar — tapi lisensinya nonkomersial dan statusnya masih pratinjau pengembangan.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi