IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

IOS

Mahkamah Agung AS Tetapkan Sidang Apple vs Epic 11 Januari 2027

Mahkamah Agung Amerika Serikat menjadwalkan sidang lisan Apple vs Epic Games pada 11 Januari 2027. Sidang ini hanya menguji putusan contempt, bukan langsung menentukan besaran komisi App Store.

Oleh 03 NOV 2026 4 menit baca
Gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat di Washington, D.C.

Mahkamah Agung Amerika Serikat resmi menjadwalkan sidang lisan dalam banding Apple atas kasus Epic Games. Sidang itu akan digelar pada Senin, 11 Januari 2027, menurut pembaruan docket yang dilaporkan 9to5Mac pada 2 November 2026.

Ini bukan akhir perkara. Sidang lisan adalah tahap ketika kedua pihak menyampaikan argumen di hadapan hakim agung, dan putusan final masih akan datang setelahnya. Yang juga penting: perkara ini tidak menguji ulang seluruh sengketa antitrust sejak 2020.

Apa yang sebenarnya diuji Mahkamah Agung

Pertanyaan yang diterima Mahkamah Agung pada Juni 2026 tergolong sempit dan teknis. Hakim akan menguji apakah Apple bisa dinyatakan melanggar perintah pengadilan (civil contempt) karena melanggar “semangat” sebuah injunction, padahal teks injunction itu tidak secara eksplisit melarang perilaku yang dipersoalkan.

Apple berargumen dalam brief pembuka September 2026 bahwa injunction awal tidak secara eksplisit melarangnya memungut komisi atas pembelian di luar App Store. Karena itu, menurut Apple, putusan contempt terhadapnya harus dibatalkan.

Epic Games punya tenggat hingga 13 November 2026 untuk mengajukan brief tanggapannya. Balasan Apple dijadwalkan pada 14 Desember 2026.

Kilas balik: dari Fortnite sampai putusan contempt

Sengketa ini bermula pada 2020, ketika Epic Games menggugat Apple setelah Fortnite dihapus dari App Store karena memperkenalkan sistem pembayaran alternatif lewat pembaruan jarak jauh.

Pada 2021, Hakim Yvonne Gonzalez Rogers memenangkan Apple atas sembilan dari sepuluh klaim Epic. Namun hakim juga melarang Apple menghalangi developer mengarahkan pengguna ke opsi pembayaran alternatif di luar App Store. Larangan mengarahkan pengguna ke pembayaran luar itu dikenal sebagai injunction anti-steering.

Apple kemudian mengizinkan tautan pembelian eksternal, tetapi memungut komisi hingga 27% dan membatasi cara tautan itu ditampilkan. Epic menggugat implementasi itu, dan pada April 2025 pengadilan distrik menyatakan Apple melanggar injunction dan menjatuhkan putusan civil contempt.

Sejak itu, Apple mengizinkan developer di App Store AS mengarahkan pengguna ke pembayaran eksternal tanpa komisi, sambil terus menggugat putusan contempt tersebut. Aturan itu berlaku untuk App Store AS, bukan otomatis untuk semua negara.

Kenapa putusan ini penting, dan apa yang tidak diputuskan

Putusan Mahkamah Agung akan memengaruhi seberapa jauh pengadilan bisa menegakkan perintahnya ketika sebuah perusahaan dinilai mengakali perintah itu tanpa melanggar teksnya secara harfiah. Dampaknya bisa terasa jauh di luar Apple, karena banyak platform besar juga beroperasi di bawah injunction dan perintah pengadilan sejenis.

Namun sidang ini tidak langsung menentukan berapa komisi yang boleh dipungut Apple atas pembelian lewat tautan eksternal. Soal itu ditangani terpisah di pengadilan distrik, setelah pengadilan banding Ninth Circuit pada Desember 2025 membatalkan larangan menyeluruh atas komisi. Jadi, jangan membaca jadwal sidang Januari 2027 sebagai vonis soal tarif App Store.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) sendiri mengambil posisi campuran. DOJ mendukung sebagian argumen Apple soal standar contempt, tetapi juga menilai pengadilan bawah benar dalam sebagian temuan contempt, termasuk aturan Apple yang mewajibkan developer memakai tombol polos tanpa latar kontras untuk tautan eksternal.

Apa artinya buat pembaca di Indonesia

Perlu ditegaskan: ini adalah proses pengadilan Amerika Serikat dan aturan pembayaran eksternal yang dibahas berlaku untuk App Store AS. Artikel ini tidak mengklaim aturan yang sama sudah berlaku di Indonesia, dan tidak menyajikan tarif AS sebagai tarif Indonesia.

Meski begitu, implikasinya tidak bisa diabaikan. Keputusan soal cara pengadilan menegakkan perintah atas platform besar bisa memengaruhi negosiasi developer, kebijakan toko aplikasi, dan pada akhirnya cara kamu membayar di dalam aplikasi. Buat developer Indonesia yang menjual ke pasar AS, perkembangan di pengadilan distrik soal besaran komisi justru sama pentingnya dengan sidang Mahkamah Agung itu sendiri.

Yang masih belum terkonfirmasi

Tanggal sidang sudah terjadwal, tetapi hasil sidang belum bisa ditebak. Brief Epic dan balasan Apple masih harus masuk, dan argumen lisan bisa bergeser dari dokumen tertulis. Putusan final juga belum punya tanggal pasti.

Yang juga belum terjawab adalah berapa komisi tautan eksternal yang akhirnya disetujui pengadilan distrik. Sampai ada putusan itu, kondisi “tanpa komisi untuk pembelian eksternal di AS” sebaiknya dibaca sebagai kondisi sementara selama sengketa berjalan, bukan aturan permanen.

Penutup: Jadwal 11 Januari 2027 membuat sengketa Apple vs Epic selangkah lebih dekat ke putusan tertinggi. Tapi buat pengguna, hal yang paling menentukan bukan hanya siapa yang menang soal contempt, melainkan putusan terpisah soal komisi — karena di situlah harga yang kamu bayar di dalam aplikasi ikut ditentukan.

Baca juga: Ratusan Aplikasi AI Sembunyikan Deepfake di App Store dan Apple Bidik Kuartal Terbesar Sepanjang Sejarah, Meski Stok Ketat.

Sumber: 9to5Mac, “SCOTUS sets hearing date for Apple’s appeal in Epic Games case” (2 November 2026); docket Mahkamah Agung AS, perkara No. 25-1311, sebagaimana dilaporkan media hukum pada Oktober 2026.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi