IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

KECERDASAN BUATAN

Apple Habiskan 45,77 Miliar Dolar untuk Riset di 2026

Apple menghabiskan 45,77 miliar dolar AS untuk riset dan pengembangan sepanjang fiskal 2026, naik 32 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikannya melambat pada kuartal terakhir.

Oleh 03 NOV 2026 4 menit baca
Foto udara Apple Park, kantor pusat Apple di Cupertino.

Apple menghabiskan 45,77 miliar dolar AS untuk riset dan pengembangan (R&D) sepanjang tahun fiskal 2026. Angka itu naik sekitar 32% dibanding 34,55 miliar dolar AS pada fiskal 2025, dan menjadi rekor tahunan baru bagi Apple.

Angka pastinya, menurut laporan hasil kuartal Apple, adalah 45,765 miliar dolar AS. Tahun fiskal Apple yang dibahas di sini berakhir pada 26 September 2026, jadi angkanya mencakup kinerja setahun penuh, bukan satu kuartal saja.

Dari mana angka ini datang

Pada kuartal keempat fiskal 2026 saja, belanja R&D Apple mencapai 11,73 miliar dolar AS. Angka itu naik sekitar 32% dari 8,87 miliar dolar AS pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Konteks pendapatannya juga penting. Pada kuartal yang sama, Apple membukukan pendapatan 114,5 miliar dolar AS, naik 12% secara tahunan, dan pendapatan setahun penuh mencapai 479 miliar dolar AS. Jadi belanja riset yang naik tajam ini terjadi di tengah tahun pendapatan rekor, bukan di tengah kontraksi.

Kenapa kenaikannya terasa besar, lalu melambat

Dalam panggilan pendapatan sebelumnya, mantan CEO Tim Cook menyebut Apple “jelas berinvestasi lebih banyak” dan risetnya meningkat jauh lebih cepat daripada perusahaan secara keseluruhan. CFO Kevan Parekh menjelaskan belanja terkait AI ditambahkan di atas investasi yang sudah berjalan untuk lini produk yang ada.

Namun ada nuansa yang tidak boleh hilang. Belanja R&D kuartal keempat praktis tidak berubah dari kuartal ketiga, hanya naik sekitar 1 juta dolar AS. Menurut analisis 9to5Mac, lonjakan besar terjadi di awal fiskal 2026, lalu angkanya stabil di level yang jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Analisis itu perlu dibaca sebagai interpretasi atas pola kuartalan, bukan pengumuman resmi Apple bahwa belanja riset sudah mencapai puncak. Apple sendiri tidak mengumumkan target R&D untuk tahun fiskal berikutnya dalam laporan ini.

Buat apa uang riset sebesar itu

Riset dan pengembangan di Apple mencakup banyak hal sekaligus: desain chip, perangkat keras, sistem operasi, layanan, dan fitur AI. Apple tidak merinci berapa porsi masing-masing bidang dalam angka 45,77 miliar dolar AS itu, jadi pembagian persisnya belum terkonfirmasi.

Yang bisa dikatakan dengan aman adalah arah umumnya. Apple sedang bersaing ketat di AI, dan Parekh mengaitkan sebagian kenaikan belanja dengan investasi AI. Itu sejalan dengan dorongan Apple memperkuat fitur AI di perangkat dan layanan, termasuk Siri yang disebut membebani margin kuartal liburan dalam laporan terpisah.

Di sisi lain, riset bukan hanya soal AI. Chip Apple Silicon, perangkat lipat yang dirumorkan, perangkat rumah pintar, dan kategori produk baru semuanya membutuhkan riset bertahun-tahun sebelum produknya sampai ke tangan kamu. Dana riset adalah biaya di muka untuk produk yang mungkin baru kamu rasakan dua atau tiga tahun lagi.

Apa artinya buat pembaca di Indonesia

Angka ini tidak berarti harga iPhone atau Mac di Indonesia akan langsung naik atau turun. Belanja riset adalah biaya perusahaan, bukan harga jual, dan artikel ini tidak mengonversi 45,77 miliar dolar AS menjadi harga produk Indonesia.

Dampak yang lebih nyata bersifat tidak langsung. Riset yang lebih besar memberi Apple modal untuk mengembangkan chip yang lebih efisien, fitur AI yang berjalan di perangkat, dan pembaruan perangkat lunak yang lebih lama. Kalau eksekusinya bagus, kamu merasakannya lewat daya tahan baterai, performa, dan fitur baru di perangkat yang sudah kamu pakai.

Sebaliknya, riset besar tidak menjamin produk bagus. Banyak proyek riset tidak pernah jadi produk, dan sebagian fitur AI Apple sendiri masih dikejar dari pesaing. Ukuran yang benar bukan seberapa besar angkanya, melainkan produk apa yang akhirnya dikirim dan seberapa berguna buat kamu.

Yang masih belum terkonfirmasi

Apple belum mengumumkan alokasi rinci dana riset ini, target belanja fiskal 2027, atau jadwal produk spesifik yang didanai dari kenaikan tersebut. Klaim bahwa sebagian besar dana mengalir ke proyek rahasia tertentu masih spekulasi dan tidak ditulis sebagai fakta di artikel ini.

Yang juga perlu ditunggu adalah apakah pola “stabil di level tinggi” berlanjut pada kuartal berikutnya. Satu kuartal datar belum cukup untuk menyimpulkan Apple sudah berhenti menambah investasi riset.

Penutup: Rekor 45,77 miliar dolar AS menunjukkan Apple sedang membayar mahal untuk tetap relevan di era AI dan chip buatannya sendiri. Buat pengguna, pertanyaannya bukan lagi apakah Apple serius berinvestasi, melainkan apakah investasi sebesar itu berubah menjadi produk yang terasa bedanya di tangan kamu.

Baca juga: iPhone Cetak Rekor Kuartal September, Padahal iPhone Duo Belum Dijual dan Harga Memori Naik, Margin Apple Tergerus di Kuartal Liburan.

Sumber: 9to5Mac, “Apple spent a record $45.77 billion on R&D in fiscal 2026, up 32%” (2 November 2026); Apple, “Apple reports fourth quarter results” (laporan hasil kuartal keempat fiskal 2026, berakhir 26 September 2026).

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi