IDEN
Artikel dan ulasan teknologi

CLOUD DAN DATA

Northwood Space Raih 375 Juta Dolar untuk Jaringan Bumi Satelit

Northwood Space menutup pendanaan Seri C 375 juta dolar AS dengan valuasi 2 miliar dolar AS untuk memperluas jaringan stasiun bumi satelit global bagi operator.

Oleh 03 NOV 2026 4 menit baca
Ilustrasi antena stasiun bumi yang berkomunikasi dengan satelit di orbit.

Northwood Space menutup pendanaan Seri C sebesar 375 juta dolar AS pada 2 November 2026, dengan valuasi 2 miliar dolar AS. Pendanaan ini dipimpin bersama oleh Andreessen Horowitz (a16z) dan DFJ Growth. Uang itu akan dipakai untuk mempercepat pengiriman kontrak yang sudah ada, merekrut karyawan, dan memperluas jaringan stasiun bumi global perusahaan tersebut.

Stasiun bumi adalah antena di permukaan Bumi yang berbicara dengan satelit: mengirim perintah ke atas dan menerima data ke bawah. Northwood menyebut segmen inilah yang selama ini tertinggal, sementara jumlah satelit terus bertambah. Perusahaan mengklaim satelit aktif naik dari sekitar 3.000 pada 2020 menjadi lebih dari 14.000 pada akhir 2025, dengan puluhan ribu lagi diproyeksikan pada 2030.

Ringkasan cepat: Seri C 375 juta dolar AS, valuasi 2 miliar dolar AS, dipimpin a16z dan DFJ Growth. Fasilitas kredit multi-tahun terpisah dari HSBC Innovation Banking. Enam situs multi-orbit di dua benua sudah digelar sejak Seri B, kurang dari sembilan bulan sebelumnya. Produknya: Portal untuk perintah dan kontrol, Prism untuk data berthroughput tinggi. Target situs 100+ Gbps di wilayah permintaan tinggi pada akhir 2027. Belum ada pengumuman situs atau pelanggan Indonesia dalam sumber yang diperiksa.

Kenapa stasiun bumi jadi bottleneck

Satelit tidak berguna kalau datanya tidak bisa turun ke Bumi dengan cepat dan andal. Operator lama biasanya membangun stasiun bumi sendiri untuk setiap misi, dengan pekerjaan sipil yang lama dan biaya besar. Northwood menawarkan model bersama: operator memesan kapasitas di jaringan yang sama, seperti memesan layanan cloud, tanpa membangun stasiun sendiri.

Model ini masuk akal saat jumlah satelit melonjak dan orbitnya beragam, dari orbit rendah (LEO) sampai orbit geostasioner (GEO). Satu jaringan harus bisa melayani banyak satelit sekaligus, di banyak orbit, dan digelar dalam hitungan bulan, bukan tahun. Itulah klaim utama Northwood: situs baru memakan waktu tiga bulan, dan antena baru bisa dari truk sampai menerima sinyal dalam tiga sampai empat jam.

Apa yang dibangun Northwood

Northwood merancang dan memproduksi antenanya sendiri di Torrance, California. Portal adalah antena phased array modular untuk perintah dan kontrol. Prism adalah parabola untuk data payload berthroughput tinggi. Perusahaan mengklaim 10 antena Portal yang digabung bisa mencapai kinerja terima setara parabola 20 kaki, lewat perangkat lunak dan teknik miliknya sendiri.

Operator memakai API modern untuk mencari, memesan, mengubah, dan membatalkan jadwal lintasan satelit, didampingi tim Mission Architects. Untuk pelanggan tertentu, Northwood juga menjual sistem antenanya langsung, bukan hanya kapasitas jaringannya.

Sejak Seri B, perusahaan mengklaim sudah mendemonstrasikan kapasitas perintah geostasioner dari phased array komersial dalam uji langsung, mengembangkan dan meluncurkan sistem antena throughput tinggi, serta membuka kantor pusat dan pabrik baru seluas 185.000 kaki persegi di Torrance. Luas manufakturnya disebut naik lebih dari lima kali lipat. Perusahaan kini mempekerjakan lebih dari 140 orang dan berencana menambah 400 pekerjaan di Torrance dan Washington, DC selama tiga tahun.

Siapa yang ikut mendanai dan apa yang masih belum pasti

Selain a16z dan DFJ Growth, peserta putaran ini mencakup Alpine Space Ventures, Washington Harbour Partners, Stepstone Activate, In-Q-Tel, dan investor lain. TechCrunch sebelumnya melaporkan Seri B perusahaan sebesar 100 juta dolar AS dan kontrak hampir 50 juta dolar AS dengan U.S. Space Force untuk meningkatkan jaringan kontrol satelit. Dealroom menempatkan putaran Seri C ini di persentil ke-97 di antara kesepakatan Seri C antariksa Amerika Serikat, dari sampel 102 kesepakatan.

Beberapa hal tetap perlu dicatat sebagai klaim perusahaan, bukan hasil terverifikasi independen: kecepatan gelar situs, kinerja gabungan antena, dan target 100+ Gbps pada akhir 2027. Pengumuman ekspansi situs dan jaringan berikutnya dijanjikan pada paruh pertama 2027, jadi target itu baru bisa dinilai setelah realisasinya diumumkan.

Apa artinya bagi pembaca di Indonesia

Northwood bukan layanan konsumen yang bisa dibeli langsung di Indonesia, dan sumber yang diperiksa tidak mengumumkan situs atau pelanggan Indonesia. Dampaknya bersifat tidak langsung: kalau jaringan bumi global menjadi lebih cepat dan lebih murah dipakai operator, layanan berbasis satelit — dari komunikasi sampai observasi Bumi — punya peluang lebih besar untuk berkembang. Tapi itu adalah implikasi jangka menengah, bukan janji ketersediaan layanan di Indonesia.

Putusan singkatnya: pendanaan ini menunjukkan investor besar bertaruh bahwa “plumbing” antariksa — infrastruktur dasar yang menghubungkan satelit ke Bumi — kini sama pentingnya dengan roket dan satelit itu sendiri. Bagi pembaca Indonesia, berita ini layak diikuti sebagai sinyal industri, bukan sebagai produk yang bisa langsung dipakai.

Tanya jawab singkat

Apa itu Northwood Space? Perusahaan infrastruktur antariksa yang membangun jaringan stasiun bumi bersama untuk operator satelit komersial, pemerintah Amerika Serikat, dan sekutu.

Berapa besar pendanaannya? Seri C 375 juta dolar AS, dengan valuasi 2 miliar dolar AS menurut TechCrunch dan laporan lain.

Apakah Northwood beroperasi di Indonesia? Tidak ada pengumuman situs atau pelanggan Indonesia dalam sumber yang diperiksa.

Sumber: Northwood Space via PR Newswire/Morningstar — Northwood raises $375 million to build the network connecting satellites to Earth (2 November 2026, pengumuman primer perusahaan); TechCrunch — Northwood Space raises $375M Series C at a $2B valuation from a16z and DFJ growth (2 November 2026); Dealroom — Northwood Space raises $375M Series C, hits $2B valuation.

Nara UlasTekno

Nara UlasTekno adalah editor di UlasTekno yang setiap hari mengikuti perkembangan gadget, kecerdasan buatan, keamanan siber, dan smart home. Ia suka membedah teknologi yang rumit menjadi penjelasan yang gampang dipahami, dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di luar layar, ia gemar mencoba perangkat baru, merapikan setup smart home, dan mencatat trik-trik praktis yang benar-benar bisa dipakai pembaca.

Baca juga.

Tinggalkan komentar

© 2026 UlasTekno. Artikel dan ulasan teknologi